Asyiknya Menjadi Blogger, Berawal Tak Kenal Menjadi Kenalan - Akhirnya setelah menyelesaikan tugas akhir di kampus, saya kembali bisa menulis. Kalau diingat-ingat kembali alasan saya menulis, hanya ingin mencoba saja tanpa tahu betapa asyiknya menulis.
Alasan ini muncul saat dosen dan teman-teman kampus mengajak saya untuk menulis, tepatnya menulis di Koran, karena waktu itu saya lagi gak ada kegiatan. Namun lama-kelamaan saya lebih senang menulis di blog, selain mudah menerbitkannya, mudah juga mendapatkan saran untuk perbaikan tulisan kedepannya. Lantas bagaimana bisa saya mengenal blogger?
Oke, semua itu bermula dari adik saya yang ingin tahu tentang blogger melalui komunitas blogger di Medan. Awalnya sih malas ikut blogger sampai ngomong begini, “Ah, nanti aja ikut ngeblog. Koran ajalah dulu” kataku.
Si adik membalas, “Uda ikut ajalah, gak enak kalau aku sendirian pigi malam-malam.”
“Hahhh, Okelah” jawabku dengan segala rasa malas. Sempat juga waktu itu sengaja ngaret sejam biar gak jadi tapi dia-nya tetap ingat juga, hehehe.
Sesampai disana, kami berjumpa para blogger yang kelak masing-masing blogger memiliki blog yang membuat mereka menjadi terkenal seperti adik saya yang akan dikenal dengan blog makanannya. Lantas (lagi) bagaimana dengan saya?
Waktu itu karena saya lagi suasana malas dan fokus menulis di Koran saya gak ikut ngeblog, malahan saya mulai ngeblog setelah 4-5 bulan semenjak jumpa komunitas blogger. Untuk memulainya aja saya masih blog gratisan, berbeda dengan teman-teman blogger lainnya. Mereka sudah membeli domain begitu juga dengan adik saya (lagi, lagi). Sadar semakin menariknya menulis di blog membuat saya pindah haluan dari Koran.
Berawal tak kenal menjadi kenalan
Dengan modal semangat, saya memulai ngeblog. Langkah awal untuk memulai ngeblog adalah mengikuti saran si adik dengan mengatakan, “ikut aja mana yang menarik”. Saya coba mencari di internet yang ketemu lomba blog dan wal hasil kalah, begitu juga lomba blog seterusnya. Berbagai cara saya pelajari, mulai mempelajari tulisan pemenang lomba blog, tips menulis blog yang kreatif, memberikan kompisisi dalam tulisan hingga mempelajari ketentuan lomba blog yang membuat peluang memenangkan lomba semakin besar.
Tidak hanya itu saja, untuk menambah wawasan seputar blogger saya mengikuti komunitas blogger di Medan yang tiap bulan melakukan diskusi seputar blog dengan sebutan DURIAN (Diskusi Ringan Anak Medan). Orang yang ikut DURIAN juga tidak kalah menarik, ada yang sudah kenal dengan blogging, ada komunitas pecinta fotografer, ada komunitas pecinta sejarah medan, ada juga komunitas pembuat film. Berkat hal tersebut, saya jadi semangat menulis dan terus mengasah kemampuan agar semakin kenal dengan dunia blogger.
Beruntungnya bertahan menjadi blogger
Nah dibalik asyiknya menjadi seorang blogger tentu ada pahitnya seperti halnya menjadi penulis Koran, yakni tetap menulis. Alasannya sederhana, untuk menjadi seorang blogger kita harus sering menulis agar semakin baik tulisan kita dan orang mengenal blog kita. Pernah di saat saya mengikuti DURIAN, disarankan untuk menulis artikel setiap hari dan paling lama per minggu dengan catatan bagi yang sulit cari ide.
Untuk orang seperti saya tentu mencari ide cukup sulit, lantas apa solusinya? Solusinya sederhana yaitu banyak membaca dan mau memahami sehingga blog kita punya gaya menulis tersendiri dan mudah dikenal. Kalau kamu cukup sulit mencari ide-nya tinggal sering-sering blogwalking aja nanti kepincut sendiri kok mau menulis apa selanjutnya, hehehe.
Tantangan pun berlanjut ke bagian template blog dan membuat pembaca betah di blog kita. Namun hal itu hanya masalah waktu seiring kita rajin menulis. Lantas apa untungnya bertahan menjadi blogger?
Oke, menurut pengalaman saya untungnya bertahan menjadi seorang blogger adalah ketika saya mendapatkan beasiswa dari sebuah bank pada masa kuliah dengan modal sebagai blogger. Ingat sekali saya pertanyaan pengujinya, “Kamu apa saja kelebihan dan kekuranganmu?”
Saya pun menjawab “Baik pak, sebelumnya saya mulai dari kekurangan dulu ya pak. Untuk kekurangan saya masih sulit komunikasi di depan umum” sejenak pengujinya langsung memotong.
“Lantas untuk apa kamu mengambil beasiswa ini, soalnya kami ingin memiliki sesuatu yang lebih salah satunya komunikasi” jawab penguji.
Saya tanggapi, “Baik pak memang betul dalam hal komunikasi di depan umum saya masih sulit namun untuk menutupinya saya menulis di blog yang sekaligus melatih kemampuan komunikasi saya”
“Oh, jadi kamu menulis di blog. Menulis blog dimana, kompasiana atau blogdetik?” kata penguji.
“Masih di blogspot pak” jawab saya.
“Kenapa di blogspot? Bagusan wordpress, mudah di pencarian jadi blog-mu mudah dilacak” kata penguji.
Sejenak saya terdiam sambil berpikir, “ini penguji kok tahu soal blog?” hingga pengujinya mengatakan, “saya suka baca blog, banyak tulisan yang bagus dan bisa dipercaya”
Hingga akhirnya penguji mengatakan, “Bagus kamu punya blog, kamu bisa menutupi kelemahan kamu sambil meningkatkan komunikasi kamu” sambil tersenyum dan wawancara saya untuk mendapatkan beasiswa selesai.
Dari situ saya merasa yakin bisa mendapatkan beasiswa dan akhirnya menjadi kenyataan setelah melihat pengumuman penerima beasiswa. Rasanya bersyukur tetap bertahan untuk menulis blog.
Semakin beruntung dengan internet cepat
Beruntungnya saya bertahan menjadi seorang blogger, apalagi di zaman internet cepat. Pasalnya, di waktu masa SMA, bisa buka internet melalui komputer masih terbilang mahal. Untuk mengakalinya saja harus ke warnet agar bisa update. Belum lagi melihat smartphone sebagai barang yang mewah.
Untung sekali rasanya internet cepat berkembang seperti sekarang yang sudah menggunakan internet 4G, berkat dari situ kegiatan internet seperti blogging untuk kegiatan DURIAN jadi cepat, tidak hanya itu saat menjadi penerima beasiswa internet sangat membantu untuk menghubungi sesama penerima beasiswa tanpa harus takut kehilangan pulsa.
Dengan adanya internet cepat tentu bukan hanya kegiatan blogging saja cepat, begitu juga dengan kegiatan lain. Tak percaya coba lihat data berikut ini yang diberikan oleh smartfren melalui tag-nya smartfren4G
Dalam gambar tersebut terlihat gambar perkembangan dari tahun 2015 (maaf jika salah). Di sana terlihat pentingnya internet cepat seperti saya membuat blog semakin menarik. Namun di balik keuntungan internet cepat ada juga kelemahan seperti konten yang berisi hal negatif yang bisa membuat pembaca, khususnya generasi muda menjadi tidak terdidik. Untuk sebagai blogger, sangat disarankan untuk menjembataninya agar generasi kita menjadi lebih baik, seperti kata bang Dinneno melalui gambar ini.
Di sana ada 4 hal yang bisa kita lakukan, nah bagi kamu yang penasaran bisa lihat aja gambar di atas. Rasanya bersyukur sekali bisa blogging di zaman internet cepat. Semakin ingin menulis dan berbagi agar semakin dikenal dan siap membangun bangsa khususnya generasi muda.
Akhirnya, terima kasih blogger dan internet cepat. Berkat semuanya, saya bisa menjadi kenal betapa asyiknya menjadi blogger.
Akhirnya, terima kasih blogger dan internet cepat. Berkat semuanya, saya bisa menjadi kenal betapa asyiknya menjadi blogger.


hebaat, ternyata blogging bisa mengantarkan diri mendapatkan beasiswa, it is amazing lah,
BalasHapus