Menikmati Jajanan Maknyus Bersama Blogger Medan di #MedanBlogFest - Bulan Desember baru seminggu melangkah, namun tidak disangka-sangka BlogM (Blogger Medan) mengadakan #MedanBlogFest dengan tema wisata kuliner. Saya pribadi lebih senang mendengar kata “jajanan maknyus” daripada “wisata kuliner” karena selain memicu adrenalin untuk mencicipinya, terngiang juga di ingatan tuk menulis edisi #MedanBlogFest ini.
Nah membahas tema kuliner, kami mulai berkumpul di Masjid Raya Medan yang dikenal Masjid Raya Al-Mashun. Banyak yang kami jumpai disana namun sayangnya kami tidak menjumpai seorang bule pun. Padahal bisa saja kami mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan harapan bisa bersaing di ajang MEA. Walaupun begitu kami tidak lupa dengan tujuan kami untuk menikmati wisata kuliner dengan guide dari @medanfoodblog, bagi kamu yang belum mengenalnya bisa lihat www.medanfoodblog.com
Akhirnya setelah terkumpul penikmat kuliner #MedanBlogFest kami pun berangkat, Bagi kamu yang penasaran simak berikut ini.
Sambil menunggu, kami berjumpa dengan pemilik kue Bika yakni Bu Normalis. Bu Normalis sendiri mengenal kue bika dari Neneknya dan membuat kue Bika di Medan. Untuk pembuatannya bisa dilihat langsung saat dipanggang dengan cara adonan yang terdiri kelapa, beras beserta bahan lainnya dimasukkan ke dalam bentuk panggangan mini. Lalu dimasukkan kedalam “tungku” dengan arang sebagai bahan bakarnya yang berguna untuk membuat abu tidak banyak keluar. Setelah itu, tunggu sampai matang dan siap dicoba.
Kesan pertama melihat kue bika sama seperti sebelumnya yaitu mungil dengan tampilan sedikit terbakar namun saat kamu mencobanya akan terasa perbedaan antara kelapa di dalam dan di luar membuat kue bika semakin lezat rasanya. Bagi kamu yang penasaran bisa mencobanya dengan harga Rp 2.000. Untuk waktunya, bisa didatangi setiap hari dimulai jam 09.00 wib – 17.00 wib. Saya saran datangnya cepat biar kamu bisa memborongnya bila kamu tertarik.
Nah lepas dari alasan itu, kami pun mulai memesan rujak kolam namun tetap mengantri (yap, budayakan antri). Sambil menunggu kami berjumpa dengan pemilik rujak Takano Juo yakni Bu Erna bersama suaminya, Pak Buyung yang keduanya orang asli dari Padang. Sempat juga berbincang dengan pemiliknya yang sudah 2 generasi menjalani rujak Padang sekaligus pembuatannya.
Puas berbincang akhirnya siap juga rujak yang ditunggu. Oh ya, untuk membuat rujak/orang bisa sampai 10 menit jadi usahakan bila kamu membeli langsung banyak agar kamu tidak perlu menunggu lama. Kami melihat aneka buah bercampur dengan bumbu rujak yang sudah tercampur dengan pecahan kacang dan pisang batu yang menambah selera, kami pun mencobanya. Seperti yang dikatakan orang, rujak Takano Juo memang enak yang membuat banyak orang terkenang dengan rujaknya.
Namun saya pribadi kurang tahu soal rasa rujak yang enak, sebab penjual rujak di jalan kolam bukan hanya rujak Takano Juo saja, banyak juga penjual rujak lain yang kalau dihitung ada 3 – 4 penjual. Lalu melihat lokasi Takano Juo yang strategis, membuat orang lebih memilih rujak ini. Tetapi tetap saja rujak yang disajikan ini terbilang enak dengan bumbu dominan pedas berbalut manis, membuat saya bisa menghabiskan rujak beserta bumbunya.
Bagi kamu yang penasaran dengan sensasi Takana Juo bisa mendatanginya setiap hari kecuali hari Jum’at, mulai buka jam 10.00 – 23.00 wib dengan harga Rp 18.000. Lalu satu lagi, jangan lupa pesan yang banyak biar tidak capek menunggunya.
Berangkat dari situ, Pak Marzuki mencoba peruntungannya dengan modal 12 juta hingga akhirnya berhasil memasarkannya secara offline dan online. Nah lepas dari kisah Maidanii Pancake, saatnya saya mencoba. Untuk pancake-nya sesuai dengan tagline mereka yakni “Lumer di Mulut, Pecah di Lidah” yang mudah dihancurkan lapisan pandan namun begitu lapisannya dihancurkan daging durian siap menyerang lidah yang membuat semakin menambah selera.
Hm.. Tidak hanya pancake saja yang diolah, olahan lainnya ada juga seperti sop durian, durian saus vanilla, durian goreng dan masih banyak lagi yang menambah selera. Bagi kamu yang ingin mencobanya bisa di jalan HM Yamin No. 121 atau kalau payah-payah tanya aja warga sekitar pasti tahu Maidanii Pancake. Oh ya untuk harga pancake versi original Rp 16.000 dan waktu bukanya mulai jam 12.00 – 22.00 wib.
Begitulah edisi Kuliner #MedanBlogFest dengan jajanan yang maknyus, sebenarnya ada lagi edisi Traveling dan edisi lainnya. Bagi kamu yang penasaran bisa cek di @blogger_medan atau tanya langsung ke mimin sosmed BlogM yang siap menjawab pertayaanmu, sampai jumpa.
![]() |
| Keseruan di #MedanBlogFest, image dari Blogger Medan |
Nah membahas tema kuliner, kami mulai berkumpul di Masjid Raya Medan yang dikenal Masjid Raya Al-Mashun. Banyak yang kami jumpai disana namun sayangnya kami tidak menjumpai seorang bule pun. Padahal bisa saja kami mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan harapan bisa bersaing di ajang MEA. Walaupun begitu kami tidak lupa dengan tujuan kami untuk menikmati wisata kuliner dengan guide dari @medanfoodblog, bagi kamu yang belum mengenalnya bisa lihat www.medanfoodblog.com
Akhirnya setelah terkumpul penikmat kuliner #MedanBlogFest kami pun berangkat, Bagi kamu yang penasaran simak berikut ini.
Kue Bika, mungil nan maknyus
Lokasi pertama yang kami tuju tidak jauh dari Masjid Raya Medan yaitu Kue Bika Normalis yang berada di jalan Amaliun sebelah gang Damai. Untuk asalnya kue Bika Normalis berasal dari kue khas Padang yang disebut kue Singgang (kalau tidak salah), bentuknya yang mungil dengan tampilan sedikit terbakar membuat kue ini pingin dicoba. Sayang, karena kue sudah habis kami terpaksa menunggu untuk dibuat kembali.![]() |
| Pemilik kue Bika, Bu Normalis |
Sambil menunggu, kami berjumpa dengan pemilik kue Bika yakni Bu Normalis. Bu Normalis sendiri mengenal kue bika dari Neneknya dan membuat kue Bika di Medan. Untuk pembuatannya bisa dilihat langsung saat dipanggang dengan cara adonan yang terdiri kelapa, beras beserta bahan lainnya dimasukkan ke dalam bentuk panggangan mini. Lalu dimasukkan kedalam “tungku” dengan arang sebagai bahan bakarnya yang berguna untuk membuat abu tidak banyak keluar. Setelah itu, tunggu sampai matang dan siap dicoba.
![]() |
| Kue Bika yang mungil |
Kesan pertama melihat kue bika sama seperti sebelumnya yaitu mungil dengan tampilan sedikit terbakar namun saat kamu mencobanya akan terasa perbedaan antara kelapa di dalam dan di luar membuat kue bika semakin lezat rasanya. Bagi kamu yang penasaran bisa mencobanya dengan harga Rp 2.000. Untuk waktunya, bisa didatangi setiap hari dimulai jam 09.00 wib – 17.00 wib. Saya saran datangnya cepat biar kamu bisa memborongnya bila kamu tertarik.
Sensasi rujak Takano Juo yang selalu di kenang
Melihat cuaca tidak menentu, kami pun mulai bergerak ke tempat yang tidak kalah menarik dari kue bika yaitu rujak Takano juo yang berseberang dengan Masjid Raya Al-Mashun. Lokasinya berada di jalan Mahkamah sebelah kolam deli. Alasan kami tidak ke tempat rujak terlebih dahulu adalah takut kue bika cepat habis, karena kue bika khas Padang ini hanya ada satu di Medan.![]() |
| Rujak yang selalu dikenang |
Nah lepas dari alasan itu, kami pun mulai memesan rujak kolam namun tetap mengantri (yap, budayakan antri). Sambil menunggu kami berjumpa dengan pemilik rujak Takano Juo yakni Bu Erna bersama suaminya, Pak Buyung yang keduanya orang asli dari Padang. Sempat juga berbincang dengan pemiliknya yang sudah 2 generasi menjalani rujak Padang sekaligus pembuatannya.
Puas berbincang akhirnya siap juga rujak yang ditunggu. Oh ya, untuk membuat rujak/orang bisa sampai 10 menit jadi usahakan bila kamu membeli langsung banyak agar kamu tidak perlu menunggu lama. Kami melihat aneka buah bercampur dengan bumbu rujak yang sudah tercampur dengan pecahan kacang dan pisang batu yang menambah selera, kami pun mencobanya. Seperti yang dikatakan orang, rujak Takano Juo memang enak yang membuat banyak orang terkenang dengan rujaknya.
Namun saya pribadi kurang tahu soal rasa rujak yang enak, sebab penjual rujak di jalan kolam bukan hanya rujak Takano Juo saja, banyak juga penjual rujak lain yang kalau dihitung ada 3 – 4 penjual. Lalu melihat lokasi Takano Juo yang strategis, membuat orang lebih memilih rujak ini. Tetapi tetap saja rujak yang disajikan ini terbilang enak dengan bumbu dominan pedas berbalut manis, membuat saya bisa menghabiskan rujak beserta bumbunya.
Bagi kamu yang penasaran dengan sensasi Takana Juo bisa mendatanginya setiap hari kecuali hari Jum’at, mulai buka jam 10.00 – 23.00 wib dengan harga Rp 18.000. Lalu satu lagi, jangan lupa pesan yang banyak biar tidak capek menunggunya.
Sejenak menikmati Maidanii Pancake Durian
Puas menikmati edisi kuliner di #MedanBlogFest, teringat saya dengan jajanan makyus lainnya di Medan, salah satunya durian dari Maidanii Pancake Durian. Uniknya pancake diolah dari durian, alasannya mungkin banyak orang Medan yang suka durian sekaligus unik ada olahan durian.Berangkat dari situ, Pak Marzuki mencoba peruntungannya dengan modal 12 juta hingga akhirnya berhasil memasarkannya secara offline dan online. Nah lepas dari kisah Maidanii Pancake, saatnya saya mencoba. Untuk pancake-nya sesuai dengan tagline mereka yakni “Lumer di Mulut, Pecah di Lidah” yang mudah dihancurkan lapisan pandan namun begitu lapisannya dihancurkan daging durian siap menyerang lidah yang membuat semakin menambah selera.
![]() |
| Pancake durian yang siap menggoda |
Hm.. Tidak hanya pancake saja yang diolah, olahan lainnya ada juga seperti sop durian, durian saus vanilla, durian goreng dan masih banyak lagi yang menambah selera. Bagi kamu yang ingin mencobanya bisa di jalan HM Yamin No. 121 atau kalau payah-payah tanya aja warga sekitar pasti tahu Maidanii Pancake. Oh ya untuk harga pancake versi original Rp 16.000 dan waktu bukanya mulai jam 12.00 – 22.00 wib.
Begitulah edisi Kuliner #MedanBlogFest dengan jajanan yang maknyus, sebenarnya ada lagi edisi Traveling dan edisi lainnya. Bagi kamu yang penasaran bisa cek di @blogger_medan atau tanya langsung ke mimin sosmed BlogM yang siap menjawab pertayaanmu, sampai jumpa.





alah, sayangnya abg ngga ikutan pas itu. padahal lagi jajan2an khas nya medan. Idih kalau yg pankek maidanii di hm yamiin dengen rumah kali. bisalah kesana
BalasHapusBukan pankek maidanii aj kok bg, yg lain bisa juga bg jumpai. Sekalian jalan-jalan juga bg
HapusMemang asik ikutan wisata kuliner yah bisa icip-icip jajanan maknyus.hehehe
BalasHapusItu pancake durian nya buat pengen lah deq.hehehe
Iya asik kak tapi gak cuma pancake durian aja kak, olahan lainnya juga ada kayak durian goreng atau durian saus vanila jadi bisa pilih mencicipi yang mana
HapusMemang asik ikutan wisata kuliner yah bisa icip-icip jajanan maknyus.hehehe
BalasHapusItu pancake durian nya buat pengen lah deq.hehehe
Kapan lagi blogger medan ngadain wisata kuliner bareng?! aku mau ikutan, kemarin nggak bisa ikut karena ada agenda huhuhuuu..
BalasHapusKlw itu kurang tw, kalau bisa per semester ada kak.
HapusBaru baca blog nya melelakcantikdotcom, n baru tau kalau nama ibu penjualnya Bu Erna, trus baca blog dirimu baru tau lagi kalau nama suaminya Pak Buyung. Trus kalau baca tulisan yg lain lagi, bakal baru tau apa lagi ni ya😄
BalasHapusjelajah kuliner Medan tapi makanannya khas Padang ya hehe
BalasHapusHahaha iya. Banyak juga jajanan Padang yang maknyus
HapusRujak takano jua @.@ namanya bener bener asing ditelingaku.. kapan ya bisa incipin hehe :D penasaran banget
BalasHapus