#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan

#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan
Menikmati wisata edukasi dari pantai Mangrove

Sudah lama kita mengenal Sumatera Utara (Sumut), khususnya medan yang memiliki berbagai ragam kuliner, begitu juga dengan wisatanya. Nah membahas Sumut, kebetulan #MedanBlogFest ada edisi wisata yaitu wisata edukatif di kampoeng Nipah, tepatnya di Perbaungan Kab. Serdang Bedagai.

Perjalanan dimulai dengan berkumpul di simpang johor (kalau tidak salah) tepatnya jam 11.00 dengan tour guide bang Rudi aka Medan Wisata dan Abang-abang dari Medan Wisata Travel. Setelah yakin semua sudah lengkap, kami pun berangkat.

Untuk sampai wisata mangrove biasanya memerlukan waktu 1,5 - 2 jam dari kota Medan dengan menggunakan transportasi umum, namun bagi kamu yang ingin santai memerlukan waktu sekitar 3 jam. Kondisi jalan cukup baik dan sudah di aspal, jadi bagi yang ingin naik bus sudah bisa langsung menuju wisata mangrove.

#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan

Sampai disana, kami di ajak warga sekitar untuk naik perahu sambil melihat-lihat pohon mangrove yang langsung menuju pantai mangrove. Setelah itu, kami pun menggelar tikar sambil menikmati suasana mangrove.

Puas menikmati suasana mangrove, kami di ajak salah satu warga untuk mengenal tentang mangrove. Salah satu kelebihan mangrove adalah dapat mencegah abrasi atau pengikisan pada garis pantai serta dapat meredam gelombang besar seperti tsunami.

#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan
Salah Satu warga yang memberikan edukasi tentang Mangrove

Lebih lanjut, mangrove dapat bertahan hidup di wilayah air pasang surut dan bertanah lumpur yang jarang dimiliki tumbuhan lain. Keunikan lainnya, buah mangrove dapat diolah menjadi dodol, kerupuk dan teh terutama Jeruju (dalam bahasa setempat) yang buah dan daunnya bisa diolah dengan syarat jangan lebih dari 50%. Hal itu disebabkan buah Jeruju dapat membuat seseorang bisa mabuk.

Kelebihan pohon mangrove, sesuai yang dikatakan warga. Dalam hal ekonomi, dapat menghasilkan kayu yang baik dan hasil non kayunya bisa diolah menjadi arang, kosmetik, tanin, pewarna dan lainnya. Untuk Ekologis, dapat meningkatkan aneka fauna dan flora sebagai tempat hidup sehingga warga bisa memanfaatkannya untuk mempelajari berbagai fauna dan flora. Nah cukup sampai situ edukasi pohon mangrove, kalau ingin tahu lebih banyak datang aja langsung ke kampoeng Nipah.

Selanjutnya, selesai edukasi mangrove, waktunya menanam mangrove. Kami pun menanam pohon sesuai tempatnya yang penuh lumpur. Untuk kamu yang takut lumpur, jangan khawatir karena lokasi yang dipilih warga tidak memiliki lumpur yang dalam, sehingga baju kita tidak terlalu kotor. Oh ya, sebelum menanam bibit mangrove, usahakan menggalinya cukup dalam, mungkin lebih dari 50 cm agar bibit mangrove benar-benar tertancap dengan lumpur.

#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan
Bibit Mangrove

Oke, puas menikmati mangrove sekaligus dapat edukasi dan menanamnya, saatnya bermain games. Kami pun bermain games yang diwakili bang Yoga yang berisi tentang edukasi mangrove dan mengenal Blogger Medan yang semua diakhiri dengan aksi bersih pantai.

#MedanBlogFest: Wisata Mangrove Kampoeng Nipah Bersama Blogger Medan
Berbagai kegiatan hingga ucapan terima kasih pada bapak yang telah memberikan edukasi

Nah, bagi kamu yang ingin kesana. Datang aja ke Kampoeng Nipah di Desa Sei Nagalwan, Perbaungan Kab. Serdang Bedagai. Sisanya bisa tanya warga sekitar yang sudah dikenal wisata mangrove yang kaya akan edukasi. Semoga bermanfaat

Catatan:
  • Desa Kampoeng Nipah mendapatkan juara nasional dari Adhi Bakti Bina Bahari
  • Penghargaan internasional dari organisasi nirlaba Inggris sebagai pahlawan pangan perempuan tahun 2013
  • Bu Jumiati terpilih sebagai salah satu tokoh perempuan inspiratif penerima award tupperward She Can tahun 2013.
  • Terpilihnya wisata mangrove Kampoeng Nipah sebagai salah wisata edukatif dari Bank Indonesia.

Komentar

  1. pingin juga nanam mangrove, sayangnya kemarin ga bisa ikutan

    BalasHapus

Posting Komentar