Pesatnya kemajuan teknologi dan budaya yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam. Hal tersebut terlihat dengan maraknya teknologi seperti smartphone yang hampir semua keperluan dan hiburan menjadi satu, tak tanggung-tanggung untuk mengejar teknologi kita rela menghabiskan uang yang berujung menjadi komsumtif. Berbeda dengan budaya, banyak yang mengikuti budaya luar dengan alasan bergaya atau stylish.
Namun bagi seorang muslim hal ini menjadi tantangan tersendiri sebab umat yang dijanjikan sebagai umat rahmatan lil alamin harus bisa mengikuti zaman dan menyesuaikannya berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.
Nah membahas bagaimana mengikuti zaman, telah banyak literatur yang memuat umat Islam bisa melewati zaman yang bahkan meraih prestasi yang gemilang dibidang masing-masing seperti Ibnu Sina yang sudah dikenal akan ilmu kedokterannya begitu juga al-Khawarizmi dalam ilmu matematika berupa algoritma yang masih digunakan hingga sekarang. Dan hingga sekarang pun masih ada muslim yang meraih prestasi yang baik.
Lalu bagaimana dengan kita yang tidak sempat membaca? Tenang ada Al-Qur'an yang siap menemani kita, semua yang di dalamnya sudah bisa menyesuaikan keadaan dengan dimulai dari keluarga. Saking pentingnya membaca Al-Qur'an, Rasulullah saw bersabda:
Dari Usman ra, Rasulullah saw bersabda: Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Lebih lanjut, pentingnya membaca Al-Qur'an dimulai dari keluarga disebutkan dalam firman Allah dalam surah at-Tahrim: 6.
Andaikan kita bisa menumbuhkan Al-Qur'an lewat keluarga tentu mewujudkan keluarga Qur'ani bukan mimpi. Pasalnya dengan tumbuhnya jiwa Qur'ani pada diri kita, walaupun hanya sekedar membaca dan mengulang bacaaan pasti akan tumbuh rasa ingin mengetahui kandungan dan menerapkannya yang akhirnya akan mengamalkannya kepada masyarakat.
Manfaat menumbuhkan Al-Qur'an juga tidak hanya sekedar terlindung dari sifat negatif, tetapi memberi penerang di hati pembacanya. Rasulullah mengibaratkan membaca Al-Qur'an sebagai berikut:
Anas ibn Malik berkata : Abu Musa al-Asy’ari berkata:
Perumpamaan orang mu’min yang membaca al-Qur’an bagaikan buah Utrujah, rasa buahnya enak dan baunya wangi. Dan perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah Kurma, rasanya enak namun tidak berbau. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur’an, bagaikan buah Raihanah, baunya enak namun rasanya pahit. Dan perumpaman orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an, bagaikan buah Hanzalah, rasanya pahit tetapi tidak berbau.
Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 4632) dan Muslim (hadis no. 1328)
Nah, bagi kita yang ingin menumbuhkan Al-Qur'an sehingga terwujud kelurga Qur'ani ada beberapa tips yang bisa digunakan:
- Menjelaskan keutamaan membaca dan menghafal ayat-ayat al-Qur-an yang disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih, karena sebaik-baik nasehat untuk memotivasi adalah nasehat dari al-Qur-an dan sunnah Rasulullah . Misalnya sabda Rasulullah : “Orang yang paling baik (di sisi Allah ) di antara kamu adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan al-Qur-an” (HR. Bukhari) Juga sabda beliau : “Orang yang ahli (membaca)al-Qur-an adalah orang yang terdekat dan istimewa (di sisi) Allah” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
- Memberi contoh yang mudah dalam menghayati Al-qur’an seperti manfaat lebah dalam surah An-Nahl.
- Mentalqin/menuntun mereka secara langsung dengan membacakan ayat-ayat al-Qur-an kepada mereka kemudian mereka mengikutinya. Cara ini sangat mudah dan disukai terutama oleh anak-anak.
- Memberi hadiah bagi anggota keluarga yang rajin membaca atau menghafal ayat-ayat al-Qur-an agar termotivasi.
- Mengadakan perlombaan di antara anggota keluarga untuk membaca/menghafal surat-surat tertentu dalam al-Qur-an dan memberi hadiah kepada anggota keluarga yang bacaan dan hafalannya benar.
Itulah beberapa tips yang bisa digunakan menuju keluarga Qur'ani. Akhir kata semoga kita bisa menumbuhkan Al-Quran mulai dari keluarga seperti sabda nabi:
Ketika shahabat yang mulia, Malik bin al-Huwairits dan kaumnya mengunjungi Rasulullah selama dua puluh hari untuk mempelajari al-Qur-an dan sunnah beliau, kemudian Rasulullah bersabda kepada mereka: “Pulanglah kepada keluargamu, tinggallah bersama mereka dan ajarkanlah (petunjuk Allah/al-Qur-an) kepada mereka” (HR. Bukhari No. 602)
Yuk kita mulai.


Boleh Di coba gan cara di atas :D , soalnya kebanyakan anak sekarang lebih suka bermain game dari pada membaca al quran .
BalasHapusBoleh gan, siapa tau anak-anak senang
Hapusmakasih info pentingnya mas..
BalasHapusnice gan, info nya sangat bermanfaat buat saya nantinya
BalasHapusal-quran memang harus di amalkan. terutama dalam keluarga. sukses gan lomba blognya.
BalasHapusThanks gan, amin
Hapus*langsung ambil wudhu abis baca ini*
BalasHapusikutan juga mbak..
HapusIqra' itu memang wajib, apalagi quran menjelaskan semuanya. tinggal kita yang memilih untuk membaca dan mengaplikasikannya ataupun meninggalkannya. Syukron kasiron atas info nya.
BalasHapusiy gan, jadi nambah ilmu ni
Hapus