Tips Mengatasi Murai Batu Giras

Tips Mengatasi Murai Batu Giras - Memiliki murai batu tentu menyenangkan pasalnya dengan adanya si burung membuat kicauan burung yang lain terasa enak. namun anda perlu berhati-hati bila membeli murai batu yang masih bahan/mentah atau setengah jadi yang biasanya terjadi giras/liar pada murai batu. kondisinya bisa dilihat yang lebih sering diam ketimbang berkicau, ini diakibatkan pada saat burung dipindah dari lingkungan lamanya ke lingkungan baru, burung murai batu belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal perlu segera diatasi bila anda ingin mendengarnya berkicau dan bisa mengikuti  perlombaan seperti kata Om Johan: “Kalau tidak segera dijinakkan, butuh waktu lama untuk menurunkan murai batu ke lapangan, bahkan bisa sampai tiga tahun baru bisa dibawa ke arena lomba. Tetapi kalau dijinakkan, beres mabung burung sudah bisa dimainkan ke lapangan”

Tips Mengatasi Murai Batu Giras
src: usahaternak.com

Untuk menjinakkan murai batu yang giras tentu bisa asalkan mendapatkan perawatan yang tepat sehingga kembali jinak dan gacor. Berikut cara menjinakkan murai batu yang giras:

1. Burung yang giras dikarenakan burung belum mengenal suasana tempat tinggalnya yang baru, untuk mengatasinya tempatkan sangkar burung yang sudah dalam kondisi di kerodong menggunakan kain hitam di daerah yang dilalui oleh penghuni rumah atau ada keramaian. Bisa diteras rumah ataupun di ruang keluarga, dan lakukan tahap ini sampai dengan 4 hari kedepan.

2. Di hari kelima, buka kerodong hingga setengah bagian. Namun sangkar burung masih diletakkan sama seperti di tahap awal. Lakukan cara ini selama 1 bulan, jika burung menunjukkan sifat liarnya lagi, jangan khawatir biarkan saja karena seperti itulah harusnya, karena burung murai baru diperkenalkan lagi dengan lingkungan barunya. Hal ini untuk membuat murai batu mulai terbiasa dengan tempat tinggalnya.

3. Jika sudah 1 bulan, selanjutnya kerodong di buka (full) namun masih diletakkan dalam ruangan. Lakukan tahap ini hingga 3 bulan lamanya, jika ada tanda-tanda ngurak atau /burung mulai berkicau, maka terapi ini sudah berhasil di lakukan.

Selama masa perawatan burung murai batu giras, burung tetap mendapat asupan makanan yang cukup. Namun untuk tahap 1 porsi makan sedikit dikurangi agar burung full istirahat. Untuk selebihnya burung mendapatkan porsi makan yang sama seperti biasanya.

Pemberian EF dapat dilakukan pada tahap kedua, EF yang bagus untuk murai batu adalah jangkrik. Jangkrik diberikan dengan tangan, jika burung mengambil jangkrik yang ada di tangan sambil menunjukkan gerak fisik seperti mengeleparkan sayap dan mulut (terbuka), maka hentikan pemberian EF langsung melalui tangan, cukup letakkan EF pada cepuknya saja.

Dalam hal menggantang usahakan setinggi badan orang dewasa agar proses penyesuaian tempat menjadi lebih cepat. Jika burung pada tahap awal sering meloncat kesana-kemari sebaiknya dibiarkan sampai bosan namun jangan sampai nabrak jeruji sangkar.

Proses mandi juga diperlukan agar burung tetap dalam kondisi sehat dan bersih. Waktu yang paling dianjurkan untuk mandi adalah pukul 7.00 - 10.00 wib selama 10 menit menggunakan semprotan (spriyer) dan diangin-anginkan selama 30 menit.

Satu hal lagi, bila sobat memiliki banyak burung bisa meletakkannya dilantai tanpa perlu di kerodong dengan cara diberi penyekat sehingga sesama burung saling tidak melihat. Juga perlunya perhatian dari gangguan hewan predator seperti anjing dan kucing. Jika hal tersebut di lakukan dengan rutin, dalam waktu beberapa bulan saja burung murai batu sudah kembali jinak dan berkicau lagi dan bila sobat ingin tahu lebih bisa kesini. Semoga bermanfaat

Komentar

  1. kayaknya murai batu ini mulai populer, banyak yg bahas sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy gan cocok gak perlu terlalu dalam bahasnya

      Hapus
  2. Izin copy materi gan...

    BalasHapus
  3. Izin copy materi gan...

    BalasHapus

Posting Komentar