Ditulis oleh M. Iqbal Syaiful (thank atas penulisannya), maaf kalau terlambat membahasnya
Valentine's day atau bisa diartikan dengan kasih sayang, dimana akhir- akhir ini menjadi budaya yang diperingati setiap tahunnya, baik dikalangan remaja, maupun lebih dari itu. Apakah Dalam islam ada anjuran berkasih sayang? Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya yang ada dilangit akan mengasihi kalian. Lafadz Ar-Rahim (Rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafadz Ar-Rahman, maka barang siapa yang menyambung silaturahim, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan Rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturahim maka Allah akan memutuskan-Nya (dari rahmat-Nya)."
Dari hadits diatas dijelaskan bahwasanya berkasih sayang sangat dianjurkan namun timbul pertanyaan, Apakah kasih sayang itu ditentukan waktunya seperti halnya valentine's day? Jelas tidak ada anjuran menentukan waktu dalam berkasih sayang, karena Allah sendiri selalu menyayangi hambanya yang selalu berkasih sayang kepada hamba-hamba yang lainnya. Dan dalam berkasih sayang tidaklah harus ditentukan oleh ruang dan waktu. Dan kita seharusnya berkasih sayang setiap saat sesuai dengan anjuran hadits yang ada. Di dalam sejarahnya Valentine's day walaupun masih banyak perbedaan pendapat diantara sejarahawan dimana salah satu pendapat bahwa valentine's day berasal dari negara Kristen barat. Hal ini seharusnya digaris bawahi oleh Umat islam. Terkhusus mudamu diislam bahwasanya islam sendiri tidak mengenal Valentine's day, sehingga ada pendapat sebagian ulama tentang keharaman ikut berbaur di dalamnya, apalagi memperingatinya. Dimana valentine's day berbeda dengan Hari raya yang ada di dalam islam. Dan jika umat islam ikut berbaur di dalamnya maka mereka bisa digolongkan kedalam orang-orang yang mengakui yesus sebagai anak tuhan dan ini termasuk perbuatan syirik dan jelas bahwa perbuatan ini tidak termasuk mendapat ampunan Allah swt. Hadits Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut" (H.R Tirmidzi).
Sesuai dengan isi hadits diatas, apabila umat islam mengikuti Perayaan valentine's day maka mereka itu termasuk kedalamnya, sama dengan halnya kita mengucapkan selamat atas hari raya umat lain, dan sangat jelas larangan dan keharamannya. Dari tulisan diatas bisa dipetik poin-poin penting bahwa:
Valentine's day atau bisa diartikan dengan kasih sayang, dimana akhir- akhir ini menjadi budaya yang diperingati setiap tahunnya, baik dikalangan remaja, maupun lebih dari itu. Apakah Dalam islam ada anjuran berkasih sayang? Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya yang ada dilangit akan mengasihi kalian. Lafadz Ar-Rahim (Rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafadz Ar-Rahman, maka barang siapa yang menyambung silaturahim, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan Rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturahim maka Allah akan memutuskan-Nya (dari rahmat-Nya)."
Dari hadits diatas dijelaskan bahwasanya berkasih sayang sangat dianjurkan namun timbul pertanyaan, Apakah kasih sayang itu ditentukan waktunya seperti halnya valentine's day? Jelas tidak ada anjuran menentukan waktu dalam berkasih sayang, karena Allah sendiri selalu menyayangi hambanya yang selalu berkasih sayang kepada hamba-hamba yang lainnya. Dan dalam berkasih sayang tidaklah harus ditentukan oleh ruang dan waktu. Dan kita seharusnya berkasih sayang setiap saat sesuai dengan anjuran hadits yang ada. Di dalam sejarahnya Valentine's day walaupun masih banyak perbedaan pendapat diantara sejarahawan dimana salah satu pendapat bahwa valentine's day berasal dari negara Kristen barat. Hal ini seharusnya digaris bawahi oleh Umat islam. Terkhusus mudamu diislam bahwasanya islam sendiri tidak mengenal Valentine's day, sehingga ada pendapat sebagian ulama tentang keharaman ikut berbaur di dalamnya, apalagi memperingatinya. Dimana valentine's day berbeda dengan Hari raya yang ada di dalam islam. Dan jika umat islam ikut berbaur di dalamnya maka mereka bisa digolongkan kedalam orang-orang yang mengakui yesus sebagai anak tuhan dan ini termasuk perbuatan syirik dan jelas bahwa perbuatan ini tidak termasuk mendapat ampunan Allah swt. Hadits Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut" (H.R Tirmidzi).
Sesuai dengan isi hadits diatas, apabila umat islam mengikuti Perayaan valentine's day maka mereka itu termasuk kedalamnya, sama dengan halnya kita mengucapkan selamat atas hari raya umat lain, dan sangat jelas larangan dan keharamannya. Dari tulisan diatas bisa dipetik poin-poin penting bahwa:
- Umat islam hendaknya berkasih sayang setiap saat tanpa harus melakukan peringatan-peringatan hari kasih sayang seperti halnya valentine's day.
- Umat islam harus bangga dengan ajaran yang diajarkan Rasulnya bukan bangga dengan ajaran agama lain.
- Jika umat islam ikut berbaur di dalam kegiatan umat lain, jelas umat islam tersebut akan merusak aqidahnya.
Dari hal diatas orang tua berperan penting dalam menasehati Anak-anaknya agar tidak ikut memperingati Valentine's day dan mengajarkan nilai-nilai agama yang dibawa para Rasulnya.
Wallahu a'lam bishawab...
Komentar
Posting Komentar