Tanah Air

Judulnya 'tanah air', ya memang terlihat biasa. Kata tanah air pun sering kita dengar sewaktu di masa kecil kita dengan melantunkannya berupa lagu atau mendengarnya dalam bentuk puisi. Orang-orang Zaman dulu maupun sebelum kita juga membahasnya sambil gembira melihat indahnya alam dan kekayaan di dalamnya.

Namun waktu yang terus mengajak kita untuk mengurus kehidupan kita membuat lupa tentang tanah air kita yang kaya akan keanekaragamannya. Malahan kita sendiri sibuk mengejar orang yang bersifat konsumtif saja terutama untuk yang tersier (mewah). Memang gak salah, dengan mengejarnya membuktikan diri kita telah hidup berkecukupan. Malahan bisa dijadikan usaha bisnis bila bisa mengolahnya. Tapi sayang, kebanyakan cenderung untuk berprilaku kosumtif daripada produktif yang berakhir untuk kepentingan sendiri daripada orang lain. Saya tidak tahu alasannya untuk apa tapi menurut saya mungkin untuk melengkapi diri.

Kenapa melengkapi diri? Ya dengan melengkapinya terbukti dirinya telah cukup dengan syarat yang ada di mata masyarakat. Ok, membahas masalah tadi yang kebanyakan untuk mengurus diri sendiri daripada untuk bersama tidak salah namun ada baiknya memilih untuk mengurus bersama seperti tanah air yang sering diucapkan orang sebelum kita. Kenapa? Dengan mengurusnya kita akan dilatih sabar dan meraih kata 'syukur' serta bisa siap menghadapi berbagai masalah. Masalah yang disini pun tidak hanya untuk orang bersama malahan untuk diri kita sendiri yang bisa menjadi usaha kita untuk menjadi seorang yang selalu berpikir kedepan.

Lepas dari sikap itu juga membuktikan diri kita bisa membangkitkan semangat juang sesama kita untuk berusaha dan membangun negara kita. Kita yang dikenal dengan kaya akan tanah air sudah terbukti lewat berita, tulisan, buku, liputan dan hal lainnya yang bisa dilihat dan didengar kita, penghargaan dari orang luar pun tak luput dari kayanya tanah air kita. Jadi yuk makmurkan tanah air kita dengan usaha yang kecil baik untuk sandang maupun pangan. Dengan memakmurkan tanah dan air kita ini, kita juga bisa mewujudkan keinginan kita untuk memiliki harta tersier (mewah) tanpa lupa akan kebersamaan sesama suku negara (Bhineka Tunggal Ika). Malahan bisa menjadi produksi terbesar dimanca negara tanpa harus mengimpor dari orang luar maupun negara lain. OK?

Komentar

Posting Komentar