'Hm.. keretanya tanpa plat, gak apa-apa ne?' kataku. 'Ya, gak apa-apa asal jangan lewat jalan besar. Kan cuma platnya, yang penting ada surat kendaraannya', jawabnya. 'Memang iya, cuma gimana membawanya nanti dituduh yang gak-gak?' kataku. 'Yaudah gak apa-apa lewat gang-gang aja', jawabnya. 'Ya uda lah', pikirku yang penting sampai kerumah.
Drr... kereta pun langsung jalan. Gak tanggung-tanggung langsung cari gang yang bisa kerumah. Berbagai gang-gang pun berhasil dilewati sampai di jalan yang dipenuhi dengan jualan. Aku pun langsung masuk kesana karena terlihat seperti gang. Begitu masuk terlihat berbagai macam yang dijualkan terutama bahan makanan, disana jualannya terlihat segar maklum karena suasana masih pagi. Untungnya masih terlihat sepi jadi kereta gak menganggu saat ku bawa. Lihat sana-sini jadi lupa kerumah, maklum (lagi) karena menarik tempatnya. Ya setelah selesai lihatnya langsung tancap gas kerumah.
Gak sampai disitu, halangan dan rintangan pun masih membentang, apa itu? lewati jalan yang berbatu dan tidak di aspal. Yosh, masih ada harapan, kereta pun ditancap dan berakhir....... selamat. Syukurlah gak ada hal buruk yang diinginkan. Namun jadi ingat postingan sebelumnya untuk tetap sabar dan jangan terburu-buru dengan hasil yang bagus untuk diriku sendiri.
Namun jadi teringat semua jalan yang dilewati, bagaimana rasanya jalan tanpa plat (penanda) bila kita sendiri (seandainya) tidak memilikinya tentu pasti akan menjadi pertanyaan bukan seperti kereta tanpa plat. Harapan, diri kita sendiri bisa menjadi tanda akan keadaan diri sendiri. Akhir kata, untung keretanya sudah di plat.
![]() |
| Akhirnya punya plat juga |

Komentar
Posting Komentar