Antara Keinginan dan Kebutuhan

"Tin, tin, tinnnn... oi gan apa kabar?" tanya pemuda, "Baik" jawabnya. "Lagi ngapain ne? sibuk keliatannya" tanya balik, "oh lagi merakit ini, ini dan ini biar jadi kayak ini" jawab si kawan sambil nunjukin modelnya. "Alah ngapain gitu bagusan kayak aku, buatnya gak usah rakit sendiri" jawabnya. "Hah, maksudmu tinggal nyuruh?" tanya si kawan. "Iy, tinggal bayar selesai" jawab pemuda. "Hm, iy" jawab si kawan, yaudah ikut aja samaku biar kerja kita, kerjanya jelas kok, ok?" ajak pemuda.

STOP sampai disini dulu, dari percakapan sekilas tadi pasti aneh kenapa judulnya dihubungkan dengan percakapan ini. Ya disini saya hanya memberikan sekilas antara keinginan (cita-cita) dan kebutuhan yang menjadi keinginan kita. Bila kita memang ingin cita-cita maka boleh kita ikut dia asal sesuai dengan kita dengan mengucap "ya, boleh" namun apabila memang menjadi kebutuhan lebih baik ikuti dia tanpa lupa cita-cita yang ingin dicapai dengan mengucap "ok, boleh", tapi kalau memang tetap percaya cita-cita dan bisa mengusahakannya maka katakanlah "oh, gak usah" atau "mungkin lain kali"

Memang berat untuk mengejar keinginan begitu juga kebutuhan masing-masing harus mencari peluang dan menutup kelemahan dalam kehidupan tiap-tiap orang karena bila tidak tercukupi pasti terasa kurang karena itu jangan sia-siakan saat (waktu) ini yang bisa dijadikan pembeda antara kebutuhan dan keinginan, malahan bila bisa digabungkan keduanya menjadi elemen yang bermanfaat. Tinggal mencari bagaimana melaksanakan.

Akhir kata, tinggal milih "yaudah ikut aja samaku biar kerja kita, jelas kok, ok?"

Komentar