Telah kita ketahui kandungan air dalam tubuh manusia mencapai 71% berat badan orang dewasa. Jumlah ini dapat dibagi menjadi dua:
- Bagian di dalam sel-sel
- Bagian di luar sel-sel (di dalam jaringan otot, pembuluh darah, getah lambung, dan sebagainya).
Di antara kedua bagian tersebut dapat keseimbangan yang sangat teliti. Terkadang perubahan terjadi pada proses penempatan cairan, khususnya sodium, yang selalu berada pada cairan luar sel, dan selalu merangsang terjadinya dua proses dalam tubuh yakni:
- Proses pengeluaran hormon-hormon penghambat kelancaran air seni.
- Proses rasa haus.
Kedua proses itulah yang membantu menjaga stabilitas jumlah air dalam tubuh, khususnya dalam kondisi mendesak. Itu terjadi dengan merangsang hormon-hormon penghambat air seni untuk menambah reaksi dan pengosongan pipa-pipa serta saluran yang tersambung dengan ginjal, sehingga akan membantu penyerapan air dan mengurangi pengeluarannya. Dalam waktu bersamaan, keduanya membantu konsentrasi sodium di luar sel-sel, sehingga semakin sodium itu berkonsentrasi, semakin bertambah pula pertahanan air di dalam tubuh.
Pada tahun 1978, pernah dilakukan sebuah riset ilmiah tentang keseimbangan air dan cairan dalam tubuh orang yang sedang berpuasa. Riset tersebut membuktikan bahwa pengeluaran sodium dari ginjal secara khusus akan berkurang pada siang hari.
Sedangkan mengonsumsi air pada saat pemberhentian asupan makanan ke dalam tubuh, akan menyebabkan menurunnya fungsi exosmosis pada cairan di luar sel-sel. Hal ini yang nantinya akan menekan pengeluaran hormon penghambat air seni, sehingga cairan dalam bentuk air seni akan keluar dari tubuh dalam jumlah yang lebih banyak bersamaan dengan apa-apa yang menyertainya, seperti cairan sodium dan berbagai cairan lainnya. Dalam kondisi ini, kesehatan manusia akan terancam jika cairan-cairan yang telah keluar segera tergantikan.
Unsur sodium adalah zat penting dalam membangun voltase (energi listrik) melalui dinding-dinding sel saraf dan sel-sel lainnya. Sodium juga memiliki peran biologis dalam merangsang dan mengencangkan otot. Kekurangan sodium akan menyebabkan kelemahan di seluruh tubuh.
Di sini kita dapat menemukan hikmah pelarangan minum air pada saat puasa. Karena larangan tersebut dapat melinndungi tubuh dari terbentuknya batu ginjal akibat kelebihan sodium. Kelebihan ini akan menghalangi proses pelarutan kalsium. Kelebihan urine juga akan membantu mencegah pelarutan cairan urine yang dapat mengakibatkan membantunya saluran kencing.
Secara ilmiah juga telah dibuktikan, bahwa puasa dapat melindungi tubuh dan menyelamatkannya dari bahaya penumpukan racun dalam sel dan jaringan otot akibat polusi lingkungan, konsumsi obat-obatan dan menghirup udara yang tercemar racun.
Puasa juga terbukti dapat memperkuat pertahanan tubuh. Di mana indikator kinerja sel-sel lymphoid akan membaik sepuluh kali lipat. Rangsangan seks juga akan semakin berkurang, khususnya bagi mereka yang belum menikah. Gejala ini kian mempertegas muatan mukjizat yang terkandung pada sabda Rasulullah SAW:
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka menikahlah (segera). Karena menikah dapat lebih menutup pandanganmu dan lebih menjaga kemaluanmu. Dan barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena itu akan lebih menjaganya." (HR Bukhari, Muslim, dan perawi lainnya)
Puasa secara alami akan mengatur dan meredakan gairah. Hal itu juga akan dapat memperkuat pertahanan agama dan kesehatannya. Selain itu, ditemukan pula adanya relasi antara rasa haus dan glycogenolysis. Rasa haus akan menyebabkan keluarnya zat-zat adaptasi dan kekuatan rasa haus merupakan efek dari hormon "angiotnesin" dan "vasporessin" (hormon penekan pembuluh darah).
Kedua hormon tersebut akan mengakibatkan glycogenolysis dalam salah satu fase pelarutannya pada sel-sel hati. Setiap kali haus bertambah, maka bertambah pula produksi kedua hormon tersebut dalam jumlah yang besar, dan yang akan memberi supply tenaga untuk tubuh, terlebih pada saat yang penghabisan hari puasa.
Puasa ala Islam pernah dicoba pada binatang. Hasilnya membuktikan, puasa akan berpengaruh pada perbaikan cara belajar dan kekuatan memori. Ia juga dapat membantu memperlancar aktivitas ginjal.
Kemudian, menghentikan minum air pada saat puasa akan membantu mengatur kinerja pembuluh darah dan sel-sel darah merah. Terkadang puasa juga berperan penting dalam mengobati berbagai kasus kemandulan atau rutinitas haid, membantu pengaturan kehamilan, merangsang berbagai hormon di dalam tubuh, dan menambah respons kelenjar di bawah otak.
Pada umumnya, puasa juga berpengaruh terhadap kinerja beberapa hormon dalam mempengaruhi pelepasan asam lemak yang bebas. Selain menjaga tubuh dari ancaman maag, puasa juga akan mempermudah proses kelahiran.
Fakta lain tentang kemahabesaran Sang Pencipta, bahwa tubuh manusia telah diciptakan oleh Allah SWT dengan dibekali kemampuan untuk memproduksi air. Hal itu terjadi melalui berbagai perubahan dan proses-proses kimia yang terjadi di seluruh jaringan tubuh, dan juga melalui proses-proses penyerapan gizi. Ia pun akan melahirkan energi pada hati, ginjal, otak dan darah.
Karenanya, hampir seluruh sel di dalam tubuh mengandung komponen-komponen air yang oleh para ilmuwan diperkirakan mencapai angka antara 3 sampai 1/2 liter air. Cairan ini disebut cairan internal.
Allah SWT juga telah menciptakan air bagi manusia dan makanan di dalam tubuh. Ketika masing-masing asam lactic dan asam pyruvate yang dihasilkan oleh okside glukos mulai berubah dan kembali menjadi glukosa pada saat sisa-sisa makanan dan kotoran mulai menuju hati, maka air akan digunakan sebagai alat untuk memproduksi ulang glukosa. Para Ilmuwan memperkirakannya setiap hari glukosa baru dapat terproduksi hingga 36 gram.
Dapat dengan jelas kita lihat mukjizat dalam ungkapan-ungkapan Rasulullah SAW pada hadits-haditsnya, khususnya pada saat beliau menganjurkan agar tidak memaksa orang sakit untuk makan dan minum. Beliau bersabda:
لَا تُكْرِ هُوَا مَرْضَاكُمْ عَلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فَإِنَّ اللهَ يُطْعِمُهُمْ وَيُسْقِهِمْ
"Janganlah kamu sekalian memaksa orang-orang sakit untuk makan dan minum. Sesungguhnya Allah SWT memberi mereka makan dan minum." (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Sungguh benar engkau wahai Rasulullah. Di dalam puasa terdapat indikasi penyembuhan batin dan fisik sekaligus. Penyembuhan secara batin dapat terlihat pada anjuran untuk bersedekah, taat kepada Allah SWT menghindari kesombongan, dan mendidik kesabaran.
Sedangkan penyembuhan fisik, sebagian ulama mengatakan, "Sesungguhnya kenyang itu adalah sungai di dalam tubuh yang diinginkan oleh setan. Sementara, haus dan lapar adalah sungai di dalam jiwa dan diinginkan oleh para malaikat. Setan akan terkalahkan oleh seseorang yang sedang lapar, haus dan tidur, lebih-lebih jika ia terbangun. Setan pun senantiasa memeluk orang yang kenyang dan bisa berdiri. Lalu bagaimana jika ia sedang tidur?"
Dzu Nun Al-Mishri mengatakan, "Tidak pernah aku makan sampai kenyang atau minum sampai kenyang, kecuali aku telah atau hendak melakukan maksiat."
Luqman mengatakan kepada putranya, "Wahai anakku, jika perut telah penuh, pikiran pun akan tertidur, dan seluruh anggota tubuh akan terlepas dari ibadah."
Sumber: Buku Terapi air, Qultummedia
Komentar
Posting Komentar