| Al-Qur'an membahas Air |
(1) Satu ayat menunjukkan bahwa singgasana Allah SWT berada diatas air."Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah`Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya
dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: " Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (QS Hud [11]: 7)
Dan dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin `Amru bin `Ash, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda
اِنَّ اللهَ قَدَرَ مَقَادِيرِ اْلخَلَـائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلـأَرْضَ بِخَمْسِيْنِ أَلْفَ سَنَةٍ وَعَرَشُهُ عَلَى اْلمَاءِ
"Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar setiap makhluk lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dan singgasana-Nya berada di atas air.
(2) Satu ayat menjelaskan bahwa seluruh air di bumi berasal dari tanah. Firman Allah SWT."Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhan." (QS An-Nazi'at [79]: 30-31)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dipaparkan pengertian "..dihamparkan bumi", Ibnu `Abbas berkata, "Darinya dikeluarkan air, tumbuh-tumbuhan, dan pembelahan lembah-lembah, didirikan gunung-gunung, pasir, aliran-aliran air, bukit-bukit menumbuhkan tanaman-tanaman dan pepohonan, serta mengokohkan gunung-gunung untuk berdiam bersama segenap penduduk."
(3) Dua ayat menegaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dari air. Firman-Nya,
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya` [21]: 30)
Dan Firman-Nya,
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS An-Nur [24]: 45)
Artinya, kekuasaan Allah SWT yang sangat sempurna dalam mencipta dapat disaksikan secara nyata pada seluruh makhluk yang tercipta dalam beragam bentuk, warna, gerakan, dan diamnya. Semua itu berasal dari air. Semua berjalan atas kehendak Allah SWT Sehingga jika Dia tidak berkehendak, maka tidak akan terjadi apa-apa.
(4) Dua puluh delapan ayat berceritatentang siklus air di muka bumi, yaitu dengan diturunkan dari langit, kemudian memunculkan peran angin dan awan dalam setiap fase sirkulasinya. Semuanya Allah SWT ciptakan untuk menyucikan air bumi dan memeliharanya agar dapat dimanfaatkan oleh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.Ayat-ayat tersebut adalah Al-Baqarah [2]: 22 dan 164, Al-An'am [6]: 99, Al-a'raf [7]: 57, Al-'Anfal [8]: 11, Ar-Ra'd [13]: 4 dan 17, Ibrahim [14]: 32, Al-Hijr [15]: 22, An-Nahl [16]: 65, Al'Ankabut [29]: 63, Ar-Rum [30]: 24, Luqman [31]: 10, As-Sajdah [32]: 27, Fathir [35]: 27, Fusfushilat [41]: 39, Az-Zukhruf [43]: 11, Qaf [50]: 9, Al-Waqi'ah [56]: 68, Al-Mursalat [77]: 27, A-Naba' [78]: 14, serta 'Abasa [80]: 25.
(5) Lima ayat menjelaskan tentang penimbunan air hujan dibawah permukaan bumi. Semua atas petunjuk dari pengaturan Yang Mahabijaksana..Kelima ayat tersebut yakni Al-Baqarah [2]: 74, Al-Mulk [67]: 3 dengan menyebutkan air sebanyak dua kali, al-Mu'minun [23]: 18, Al-Kahfi [18]: 41, serta Az-Zummar [39]: 21.
(6) Delapan ayat lainnya menyebutkan air dalam kaitannya dengan peristiwa-peristiwasejarah yakni Hud [11]: 43, yang dua kali menyebutkan air yakni Al-Qashshash [28]: 23, Al-Qamar [54]: 11, 12, 28, serta al-Haaqah [69]: 11.
(7) Dua ayat menunjukkan tayammum pada saatkondisi tidak ada air yaitu An-Nisaa' [4]: 43, dan Al-Ma'idah [5]: 6.
(8) Lima ayat menyinggung air pada Hari Kiamat , di surga atau di neraka yakni Muhammad [47]: 15,al-A'raf [7]: 50, Ibrahim [14]: 16, Al-Kahfi [18]: 29, dan Al-Waqi'ah [56]: 31.
(9) Lima ayat menggunakan air sebagai perumpamaan atau peribahasa yakni Yunus [10]: 24, Ar-Ra'd [13]: 14, Al-Kahfi [18]: 45, An-Nur [24]: 39, dan Al-jin [72]: 16.
(10) Terakhir, empat ayat yang menerangkan dalam pengertian nuthfah (cairan reproduksi) yaitu Al-Furqaan [25]: 54, As-Sajdah [32]: 8, Al-Mursalat [77]: 20, dan Ath-Taariq [86]: 6.
Penciptaan air telah mendahului seluruh makhluk, dan sejak manusia diciptakan, air selalu mengiringinya. Formasi tubuh manusia sendiri telah mengandung air sekitar 70% dari berat badannya, 80% pada darahnya, 85% pada otak, 20% pada tulang, dan 80% pada otot.
Allah SWT telah menciptakan setiap fenomena permulaan dalam kehidupan bumi pada air. Hal ini dikarenakan celah-celah air pada permulaan penciptaan bumi telah menjadi lingkungan yang paling siap untuk menerimka kehidupan.
Hikmah Tuhan dibalik itu semua sangat jelas, manusia sangat bergantung pada hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk makan dan bertahan hidup. Sedangkan hewan juga bergantung pada tumbuh-tumbuhan untuk dapat makan.
Tumbuh-tumbuhan juga memang memegang peran sangat penting dalam memberi supply lapisan gas bumi dengan oksigen. Dan oksigen selalu dibutuhkan demi keberlangsungan hidup manusia, hewan, timbuh-tumbuhan, dan setiap makhluk hidup lainnya.
Ditambah lagi, tumbuhan hijau adalah pabrik bagi komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Itu terjadi melalui proses transformasi gizi yang didapatkan dari tanah, karbondioksida yang diambil dari lapisan udara bumi, dan energi yang diperoleh dari matahari. Selain itu, proses pencahayaan pada tumbuhan hijau tidak akan terjadi tanpa air. Setiap molekul airnya mengandung hidrogen dan oksigen; (H2O)
tumbuh-tumbuhan senantiasa menyerap air dari perahan gizi yang diperoleh akar-akarnya dari tanah dan bebatuan. Tenaganya pun didapatkan dari sinar matahari melalui zat pewarna hijau yang disebut klorofil (chlorophyll).
Allah SWT menganugerahkan kemampuan pada zat ini untuk memecah air menjadi dua bagian ion hidrogen bermuatan elektromagnetik positif dan ion hidrogen bermuatan elektromagnetik negatif. Persatuan kedua ion itu akan membentuk dua bagian air dan molekul oksigen yang kemudian disebar ke lapisan gas udara untuk mengganti oksigen yang diserap makhluk hidup pada saat bernafas. Ion-ion dalam hidrogen kemudian bersatu akibat meleburnya air bersama bagian-bagian karbondioksida yang diperoleh tumbuh-tumbuhan dari udara sekitar.
Pembangunan molekul-molekul yang diperlukan dalm menghidupkan sel dimulai dari yang paling sederhana, yakni dengan gula glukosa hingga akhirnya dikerjakan dengan asam amino dan asam atom yang selalu digunakan oleh alat reproduksi pada setiap makhluk hidup.
Apa yang disebutkan diatas hanya sebagian kecil dari sekian banyak keutamaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada air, baik bentuk maupun kandungan zat-zatnya yang unik. Hal itu sangat jelas pada potensinya yang bagus dalam meleburkan berbagai macam zat padat, cair maupun gas. Demikian juga dengan struktur kandungannya yang saling berlawanan dan saling bercampur, potensinya untuk larut dan mencair serta tingkat suhunya yang mendidih dan membeku, tingkat kelekatan, ketegangan rendah, kepadatan rendah saat membeku, potensi yang tinggi dalam mengoksidasi dan mereduksi, serta berinteraksi dengan berbagai macam formula kimia, kemudian dalam melubangi tanah, serta membelahnya dalam proses menanam.
Dengan kelebihan-kelebihan itu, maka Allah SWT memberinya peran utama yang sangat penting dalam tubuh makhluk hidup. Semua ini adalah bagian dari mukjizat terbesar Sang Pencipta, di mana 1400 tahun yang lalu Allah SWT telah berfirman,
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya` [21]: 30)
Berbagai fakta tersebut di atas belum pernah tersentuh oleh pengetahuan manusia sebelum pertengahan abad ke-20. Penguraiannya didalam Al-Qur'an begitu rinci dan teliti, singkat dan padat. menunjukkan bahwa ini adalah salah satu ayat petunjuk dari Allah SWT yang diperuntukkan bagi setiap orang yang berakal dan berpikir, "...Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?"
Salam sejahtera seterusnya mengalir bagimu wahai Rasulullah SAW yang telah menyampaikan amanat Allah SWT juga bagi keluarga serta sahabat-sahabatmu. Dan segala puji syukur hanya kepada Allah, Tuhan semessta alam.
Sumber: Buku Terapi Air, QultumMedia
Allah SWT telah menciptakan setiap fenomena permulaan dalam kehidupan bumi pada air. Hal ini dikarenakan celah-celah air pada permulaan penciptaan bumi telah menjadi lingkungan yang paling siap untuk menerimka kehidupan.
Hikmah Tuhan dibalik itu semua sangat jelas, manusia sangat bergantung pada hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk makan dan bertahan hidup. Sedangkan hewan juga bergantung pada tumbuh-tumbuhan untuk dapat makan.
Tumbuh-tumbuhan juga memang memegang peran sangat penting dalam memberi supply lapisan gas bumi dengan oksigen. Dan oksigen selalu dibutuhkan demi keberlangsungan hidup manusia, hewan, timbuh-tumbuhan, dan setiap makhluk hidup lainnya.
Ditambah lagi, tumbuhan hijau adalah pabrik bagi komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Itu terjadi melalui proses transformasi gizi yang didapatkan dari tanah, karbondioksida yang diambil dari lapisan udara bumi, dan energi yang diperoleh dari matahari. Selain itu, proses pencahayaan pada tumbuhan hijau tidak akan terjadi tanpa air. Setiap molekul airnya mengandung hidrogen dan oksigen; (H2O)
tumbuh-tumbuhan senantiasa menyerap air dari perahan gizi yang diperoleh akar-akarnya dari tanah dan bebatuan. Tenaganya pun didapatkan dari sinar matahari melalui zat pewarna hijau yang disebut klorofil (chlorophyll).
Allah SWT menganugerahkan kemampuan pada zat ini untuk memecah air menjadi dua bagian ion hidrogen bermuatan elektromagnetik positif dan ion hidrogen bermuatan elektromagnetik negatif. Persatuan kedua ion itu akan membentuk dua bagian air dan molekul oksigen yang kemudian disebar ke lapisan gas udara untuk mengganti oksigen yang diserap makhluk hidup pada saat bernafas. Ion-ion dalam hidrogen kemudian bersatu akibat meleburnya air bersama bagian-bagian karbondioksida yang diperoleh tumbuh-tumbuhan dari udara sekitar.
Pembangunan molekul-molekul yang diperlukan dalm menghidupkan sel dimulai dari yang paling sederhana, yakni dengan gula glukosa hingga akhirnya dikerjakan dengan asam amino dan asam atom yang selalu digunakan oleh alat reproduksi pada setiap makhluk hidup.
Apa yang disebutkan diatas hanya sebagian kecil dari sekian banyak keutamaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada air, baik bentuk maupun kandungan zat-zatnya yang unik. Hal itu sangat jelas pada potensinya yang bagus dalam meleburkan berbagai macam zat padat, cair maupun gas. Demikian juga dengan struktur kandungannya yang saling berlawanan dan saling bercampur, potensinya untuk larut dan mencair serta tingkat suhunya yang mendidih dan membeku, tingkat kelekatan, ketegangan rendah, kepadatan rendah saat membeku, potensi yang tinggi dalam mengoksidasi dan mereduksi, serta berinteraksi dengan berbagai macam formula kimia, kemudian dalam melubangi tanah, serta membelahnya dalam proses menanam.
Dengan kelebihan-kelebihan itu, maka Allah SWT memberinya peran utama yang sangat penting dalam tubuh makhluk hidup. Semua ini adalah bagian dari mukjizat terbesar Sang Pencipta, di mana 1400 tahun yang lalu Allah SWT telah berfirman,
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya` [21]: 30)
Berbagai fakta tersebut di atas belum pernah tersentuh oleh pengetahuan manusia sebelum pertengahan abad ke-20. Penguraiannya didalam Al-Qur'an begitu rinci dan teliti, singkat dan padat. menunjukkan bahwa ini adalah salah satu ayat petunjuk dari Allah SWT yang diperuntukkan bagi setiap orang yang berakal dan berpikir, "...Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?"
Salam sejahtera seterusnya mengalir bagimu wahai Rasulullah SAW yang telah menyampaikan amanat Allah SWT juga bagi keluarga serta sahabat-sahabatmu. Dan segala puji syukur hanya kepada Allah, Tuhan semessta alam.
Sumber: Buku Terapi Air, QultumMedia

Komentar
Posting Komentar