Pembagian unsur air pada permukaan bumi merupakan suatu mukjizat. Saat ini, bumi kita ditutupi oleh 71% permukaan air, dengan ukuran sekitar 510 juta km2. Sementara 29% lainnya adalah daratan.
Bumi adalah planet tata surya yang paling kaya akan air. Permukaan air di atas bumi mencapai kurang lebih 1,4 triliun km2. Ditambah lagi dengan tabungan air yang ukurannya mencapai ratusan kali lipat ukuran permukaannya. Semua tersimpan pada lapisan dalam bumi, dan pada saatnya akan Allah SWT keluarkan dalam bentuk amukan gunung berapi yang meletus atau lainnya. Pembagian air di permukaan bumi ini dapat dirinci sebagai berikut.
- 97,6000% : Pada lautan dan samudra yang diperkirakan berukuran 1375 juta km2 air asin. Semuanya menutup permukaan bumi seluas 392 km2.
- 1,9000% : Dalam bentuk gumpalan-gumpalan es dan salju yang terletak di dua kutub dan di puncak-puncak gunung yang berukuan 28 juta km3, dan tebal yang mencapai 4 km di kutub selatan dan 3800 m di kutub utara.
- 0,4800% : Air yang tesimpan di bawah permukaan, kira-kira berukuran 6,72 juta km2.
- 0,0100% : Air dalm bentuk sungai-sungai, saluran-saluran air, dan danau-danau berair jernih.
- 0,0099% : Kelembapan pada tanah
- 0,0001% : Kelembapan pada udara
- 100% = 1,4 triliun km3 air
Kelembapan pada tanah dan udara merupakan proses alam yang harus ada guna menjaga pertumbuhan tumbuh-tumbuhan di bumi. Selain itu, kelembapan juga berperan penting dalam proses pembentukan awan yang dapat memantulkan sebagian besar sinar matahari dari bumi pada siang hari. Ia juga memantulkan sebagian besar panas yang terpancar dari bebatuan ke arah udara saat matahari mulai terbenam.
a. Siklus Air di Bumi
Perputaran air di bumi yang berjalan secara teratur disebut dengan siklus air. Siklus air ini berjalan secara sangat teratur dan sangat tepat, seakan menjadi saksi Kemahabesaran kuasa Allah SWT. kebesaran-kebesaran tersebut dapat terlihat pada fakta-fakta berikut ini:
a. Siklus Air di Bumi
Perputaran air di bumi yang berjalan secara teratur disebut dengan siklus air. Siklus air ini berjalan secara sangat teratur dan sangat tepat, seakan menjadi saksi Kemahabesaran kuasa Allah SWT. kebesaran-kebesaran tersebut dapat terlihat pada fakta-fakta berikut ini:
- Panas matahari yang setiap tahunnya menyerap 380.000 km3 air dari bumi akan naik pada bagian bawah lapisan gas. Ia akan menebal dan kembali ke bumi dalam bentuk hujan, dan sebanyak 320.000 km3 di antaranya diserap dari laut dan samudra.
- Sementara dari daratan terserap 60.000 km3 yang kemudian kembali ke bumi dengan distribusi baru, yakni 284.000 km3 terbuang ke laut dan samudra yang sebenarnya menutupi kehilangan air mengasap sebesar 36.000 km3. Kemudian 96.000 km3 terbuang ke daratan, yang sebenarnya 36.000 km3 lebih banyak dari air yang dikuras matahari darinya.
Kelebihan air pada daratan ini akan kembali hanyut ke laut dan samudra. Ini terjadi agar persentase pembagian air di bumi tidak berubah-ubah dalam satu zaman. Mukjizat Allah SWT dalam mendistribusikan air di seluruh bumi-terlebih mukjizat Kebesaran-Nya pada siklus air yang berjalan hingga saat ini-masih senantiasa berperan penting dalm menghidupkan bumi untuk dapat bertahan terus menerus.
Tanpa wujud permukaan air yang begitu luas di bumi, tentu akan mengakibatkan peningkatan suhu lapisan udara melebihi 100 derajat pada siang hari, juga penurunan tingkat suhu udara hingga di bawah 0 derajat pada malam hari.Siklus air bumi ini telah membuka jalan bagi terbentuknya sungai-sungai, lembah-lembah, anak sungai, jalan lebar di antara dua bukit, sumber-sumber air, dan danau-danau tawar.
- Siklus air bumi juga menciptakan kesuburan pada tanah agar dapat ditanami tumbuhan, dan dapat mewujudkan "harta karun" yang sangat banyak untuk bumi. Air itu kemudian hanyut melalui daratan bumi yang rendah dan membentuk danau-danau, lautan, dan samudra. Selain itu, sebagian airnya ada yang membeku dan membentuk bukit-bukit salju yang bertumpukan di dua kutub bumi, di puncak-puncak gunung, atau ikut terserap ke dalam perut bumi melalui belahan-belahan untuk menjadi bagian dari simpanan air yang tertimbun di lapisan bebatuan bumi. Sehingga air yang tersisa darinya akan tetap berdiam di lapisan tanah untuk membantu penumbuhan tanaman-tanaman, dan pada lapisan udara dalam bentuk lembap yang banyak memberi arti pada kehidupan.
- Di atas permukaan bumi, hampir tidak ada air jernih selain air hujan dan salju-salju yang berjatuhan menyertai hujan. Hujan dan salju merupakan air mineral yang paling jernih, sehingga begitu sampai di bumi dengan segera ia akan mencairkan zat-zat yang dapat larut bersama air. Siklus air serta proses penurunan hujan dan salju yang mampu menjernihkan ini semuanya merupakan mukjizat yang tanpanya manusia tidak akan mendapatkan setetes air layak untuk diminum di atas bumi. Air baru disebut jernih jika kadar garamnya tidak melebihi ukuran 1000 dari 1 juta. Sementara air hujan tidak melebihi 20 dari 1 juta.
b. Pentingnya air Bagi Kehidupan
Seperti telah disebutkan, air adalah salah satu unsur utama dalam membangun makhluk-makhluk hidup. Melalui banyak riset diketahui bahwa persentase air di tubuh manusia mencapai 71%. Pada janin dalam usia tertentu mencapai 95%. Sedangkan komponen darah manusia bisa melebihi 80%, serta melebihi 90% pada beberapa hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Berbagai kegiatan dan gerakan-gerakan interaksi dalam hidup-mulai dari proses pemasukan gizi, pengeluaran kotorannya, proses pertumbuhan dan berkembang biak-semuanya tidak akan terjadi tanpa peran air di dalamnya. Begitu pun halnya dalam proses supply gizi dan proses pertukaran molekul antar-sel, itu juga dilakukan melalui rasa unik yang dimiliki molekul-molekul air yang bekerja melalui dinding-dinding sel hingga pada akhirnya membangun sel-sel dan jaringan-jaringan baru yang dibutuhkan oleh proses embiakan serta pertumbuhan. Setelah itu, tubuh akan memproses pembuangan zat-zat beracun dan sisa-sisa melalui berbagai cara dan jalan pengeluaran maupun penyaringan.
air juga berperan penting dalam proses menelan makanan, menghaluskan, memindahkan, dan mendistribusikannya. Bersamaan dengan itu, air juga ikut memperlancar proses penyebaran berbagai zat-zat vitamin, hormon-hormon, unsur-unsur pertahanan, serta penyebaran oksigen ke seluruh bagian tubuh, menjaga suhu panas, kelembapan tubuh, dan proses-proses hidup lainnya.
c. Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Air?
Kita telah tahu bahwa kehidupan air di atas bumi ini tidak akan pernah berlangsung tanpa air. Barang kali, sebagian makluk hidup tidak membutuhkan oksigen dari udara, namun air adlah sesuatu yang tidak mungkin dijauhkan dari kehidupannya.
Ketika kadar air dalam tubuh makhluk hidup berkurang, yang terjadi adalah sel-sel di dalam tubuh akan kehausan dan kinerjanya berantakan. Jaringan-jaringan ototnya jufa akan mengeras, persendian-persendian lengket, pembuluh-pembuluh darah tersendat dan membeku, sehingga makhluk hidup akan menghampiri kematiannya. Untuk itu, kekurangan air pada tubuh makhluk hidup adalah sangat berbahaya.
Sebagai contoh, jika seorang manusia kehilangan 1% cairan tubuhnya, tentu ia akan merasa haus. Dan jika kekurangan itu meningkat hingga 5%, tenggorokan dan lidah akan mengering. Selanjutnya ia tidak bisa berbicara, kulitnya pun mengering, kemudian ia akan terjatuh dan lumpuh. Dan jika kekurangan itu bertambah lagi 10%, manusianya kan hancur dan mati.
Sebaliknya, kelebihan cairan dalam jumlah yang jauh lebih besar dari jumlah wajar pada tubuh, juga akan membunuh manusia. Kelebihan cairan pada tubuh makhluk hidup akan membuatnya kurus dan lemah, bahkan dapat menyebabkan pingsan, dan berlanjut pada kematian.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam "Ath-Thibb An-Nabawi" (Ilmu Kedokteran Nabi SAW) menyebutkan, bahwa air tawar sangat bermanfaat bagi orang yang sakit maupun sehat. Air dingin juga lebih bermanfaat dan lebih terasa enak. Akan tetapi, tidak untuk diminum sebelum makan pagi, setelah bersenggama, setelah terbangun dari tidur, atau setelah makan buah-buahan.
jika dibutuhkan, air dingin dapat dikomsumsi pada saat makan dalam jumlah yang wajar, dan dengan tenang tanpa terburu-buru. Dengan cara itu, air dingin tidak akan melukai, bahkan dapat memperkuat lambung, meningkatkan gairah, dan menghilangkan rasa haus.
Air hangat yang matang justru sebaliknya. Sedangkan air yang mengendap kan lebih bagus dan lebih bermanfaat. Air dingin bermanfaat untuk membersihkan darah, mencegah pembusukan, dan menetralisir campuran-campuran serta tempat-tempat yang panas.
Namun, ia pun akan berakibat buruk pada orang yang sedang terserang flu dan demam. air yang terlalu dingin juga akan merusak gigi. Bahkan, komsumsi yang terlalu banyak akan menyebabkan demam dan penyakit-penyakit pad bagian dada.
Air panas dapat membantu mengeluarkan sisa-sisa makanan, melembapkan, memenaskan, dan merusak proses penghalusan makanan. Sebab, air panas membuat makanan menjadi mengambang hingga ke bagian atas lambung, sampai-sampai lambung pun lelah.
Air panas juga tidak menghilangkan rasa haus, namun dapat menyebabkan beberapa penyakit akut. meskipun demikian, air panas berguna bagi orang-orang tua dan mereka yang terserang lumpuh, migran, dan radang mata. Air yang sangat panas juga dapat melarutkan lemak pada ginjal. Air dingin dan es, memiliki potensi pengasapan, begitupun airnya. Air dingin lebih disukai unutuk mandi ibadah guna menyucikan kesalahan dan dosa. karena, dalam kondisi itu manusia membutuhkan pendinginan dan penguat hati atau mental.
Diriwayatkan dalam Ash-Shahihain dari Nabi SAW bahwa beliau biasa menyebutkan dosa ini dalam istiftah dan doa-doa lainnya:
Air sumur umumnya kurang jernih, karena kondisinya yang terbuka dan tidak terlindung dari kerusakan. Sementara, air pada saluran-saluran yang tertimbun di bawah tanah masih keruh karena tidak tersentuh udara, sehingga untuk diminum harus didiamkan terlebih dulu selama satu malam agar terkena udara.
Air yang paling buruk dari kedua jenis tersebut adalah sumur atau saluran-saluran yang berdekatan dengan timah, atau sumur yang sudah lama tidak terpakai. Terlebih jika tanahnya sudah kotor. air dari jenis sumur ini sudah keruh dan justru berbahaya bagi kesehatan.
e. Sepuluh Cara untuk mengenali Air Berkualitas
Dalam buku tentang ilmu kedokteran Nabi SAW yang tertulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dijelaskan bahwa air yang bagus dan baik dapat dikenal dengan sepuluh cara sebagai berikut:
c. Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Air?
Kita telah tahu bahwa kehidupan air di atas bumi ini tidak akan pernah berlangsung tanpa air. Barang kali, sebagian makluk hidup tidak membutuhkan oksigen dari udara, namun air adlah sesuatu yang tidak mungkin dijauhkan dari kehidupannya.
Ketika kadar air dalam tubuh makhluk hidup berkurang, yang terjadi adalah sel-sel di dalam tubuh akan kehausan dan kinerjanya berantakan. Jaringan-jaringan ototnya jufa akan mengeras, persendian-persendian lengket, pembuluh-pembuluh darah tersendat dan membeku, sehingga makhluk hidup akan menghampiri kematiannya. Untuk itu, kekurangan air pada tubuh makhluk hidup adalah sangat berbahaya.
Sebagai contoh, jika seorang manusia kehilangan 1% cairan tubuhnya, tentu ia akan merasa haus. Dan jika kekurangan itu meningkat hingga 5%, tenggorokan dan lidah akan mengering. Selanjutnya ia tidak bisa berbicara, kulitnya pun mengering, kemudian ia akan terjatuh dan lumpuh. Dan jika kekurangan itu bertambah lagi 10%, manusianya kan hancur dan mati.
Sebaliknya, kelebihan cairan dalam jumlah yang jauh lebih besar dari jumlah wajar pada tubuh, juga akan membunuh manusia. Kelebihan cairan pada tubuh makhluk hidup akan membuatnya kurus dan lemah, bahkan dapat menyebabkan pingsan, dan berlanjut pada kematian.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam "Ath-Thibb An-Nabawi" (Ilmu Kedokteran Nabi SAW) menyebutkan, bahwa air tawar sangat bermanfaat bagi orang yang sakit maupun sehat. Air dingin juga lebih bermanfaat dan lebih terasa enak. Akan tetapi, tidak untuk diminum sebelum makan pagi, setelah bersenggama, setelah terbangun dari tidur, atau setelah makan buah-buahan.
jika dibutuhkan, air dingin dapat dikomsumsi pada saat makan dalam jumlah yang wajar, dan dengan tenang tanpa terburu-buru. Dengan cara itu, air dingin tidak akan melukai, bahkan dapat memperkuat lambung, meningkatkan gairah, dan menghilangkan rasa haus.
Air hangat yang matang justru sebaliknya. Sedangkan air yang mengendap kan lebih bagus dan lebih bermanfaat. Air dingin bermanfaat untuk membersihkan darah, mencegah pembusukan, dan menetralisir campuran-campuran serta tempat-tempat yang panas.
Namun, ia pun akan berakibat buruk pada orang yang sedang terserang flu dan demam. air yang terlalu dingin juga akan merusak gigi. Bahkan, komsumsi yang terlalu banyak akan menyebabkan demam dan penyakit-penyakit pad bagian dada.
Air panas dapat membantu mengeluarkan sisa-sisa makanan, melembapkan, memenaskan, dan merusak proses penghalusan makanan. Sebab, air panas membuat makanan menjadi mengambang hingga ke bagian atas lambung, sampai-sampai lambung pun lelah.
Air panas juga tidak menghilangkan rasa haus, namun dapat menyebabkan beberapa penyakit akut. meskipun demikian, air panas berguna bagi orang-orang tua dan mereka yang terserang lumpuh, migran, dan radang mata. Air yang sangat panas juga dapat melarutkan lemak pada ginjal. Air dingin dan es, memiliki potensi pengasapan, begitupun airnya. Air dingin lebih disukai unutuk mandi ibadah guna menyucikan kesalahan dan dosa. karena, dalam kondisi itu manusia membutuhkan pendinginan dan penguat hati atau mental.
Diriwayatkan dalam Ash-Shahihain dari Nabi SAW bahwa beliau biasa menyebutkan dosa ini dalam istiftah dan doa-doa lainnya:
اَللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
"Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku dengan air es dan dingin."
Air yang dingin lebih ringan dan lebih enak daripada air es. Air es sendiri dianjurkan untuk dihindari setelah melakukan olahraga, saat mengosumsi makanan pedas, bagi penderita penyakit dada atau hati.
d. Air Sumur dan Saluran-saluran Air
Air yang paling buruk dari kedua jenis tersebut adalah sumur atau saluran-saluran yang berdekatan dengan timah, atau sumur yang sudah lama tidak terpakai. Terlebih jika tanahnya sudah kotor. air dari jenis sumur ini sudah keruh dan justru berbahaya bagi kesehatan.
e. Sepuluh Cara untuk mengenali Air Berkualitas
Dalam buku tentang ilmu kedokteran Nabi SAW yang tertulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dijelaskan bahwa air yang bagus dan baik dapat dikenal dengan sepuluh cara sebagai berikut:
- Warna. Air yang baik harus terlihat jernih.
- Bau. tidak tercium bau apa pun.
- Rasa. Rasanya tawar, seperti air sungai Nil dan Eufrat.
- Berat. Berat airnya terasa ringan.
- Mengalir. Airnya mengalir dengan lancar.
- Sumber. Sumbernya berada di tempat yang jauh.
- Tampak oleh matahari dan angin. Yakni tidak tertimbun di bawah tanah sehingga matahari dan angin tidak dapat menyentuhnya.
- Gerakan. air yang bergerak (mengalir) cepat.
- Banyak, dan mampu membuang zat-zat yang mencampurinya.
- Arah arusnya. Yakni air yang berasal dari Utara ke Selatan, atau dari Barat ke Timur.
Beberapa ciri di atas harus ada agar air dapat disebut jernih. Air dengan ciri-ciri tersebut hanya akan didapatkan pada empat lokasi sungai; yakni Nil, Eufrat, Sehun, dan jejun.
Diriwayatkan dalm Ash-Shahihan oleh al-Bukhari dan Muslim, pada Hadits dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
سَيْحَانُ وَجَيْجَانُ وَالنَّيْلُ وَالْفُرَاتُ كُلُّهَا مِنْ أَنْهَارِ اْلجَنَّةِ
"Sehan, jejan, Nil, dan Eufrat adalah sebagian dari sungai-sungai surga."
Air yang bersumber dari batu-batu pertambangan, secara alami kan mengikuti semua tabiat dan pengaruh yang dimiliki bebatuan pertambangan tersebut. Sedangkan air tawar bermanfaat bagi orang-orang sakit dan sehat. Sementara, air dingin lebih bermanfaat dan bahkan lebih enak, namun tidak dianjurkan sebelum makan pagi atau setelah bersenggama.
Perlu juga diketahui, bahwa air yang terlalu dingin atau terlalu panas akan berakibat buruk pada saraf-saraf dan terhadap sebagian besar anggota tubuh. Lain halnya dengan air dingin yang stabil atau lembap. Air ini dapat menekan tingkat suhu panas, sehingga kestabilan suhu tubuh manusia tetap terjaga. Di samping akan sangat membantu kelancaran proses pencernaan dan penyerapan gizi-gizi unuk tubuh. Akan tetapi, para ahli kedokteran berbeda pendapat apakah air dapat memberi gizi pada tubuh ataukah tidak.
Sebagian membuktikan bahwa air memang bergizi, berdasarkan fenomena pertumbuhan, pertambahan, dan kekuatan yang didapatkan dengan air-khususnya pada saat kebutuhan sangat tinggi. Mereka juga mengatakan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan memiliki kesamaan dalam banyak hal, termasuk proses pertumbuhan, penambahan gizi, dan stabilitasnya.
Karenanya, supply gizi untuk tumbuh-tumbuhan terjadi melalui air. Sehingga tidak dielakkan hewan pun memiliki ketergantungan yang sama terhadap air dalam supply gizi. Bahkan merupakan bagian dari penyempurnaan gizinya.
Kalangan dokter ini mengatakan, "selama air masih menjadi bahan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk dapat bertahan hidup, maka tak perlu meragukan bahwa dari proses itulah terjadi supply gizi." Allah SWT berfirman:
Perlu juga diketahui, bahwa air yang terlalu dingin atau terlalu panas akan berakibat buruk pada saraf-saraf dan terhadap sebagian besar anggota tubuh. Lain halnya dengan air dingin yang stabil atau lembap. Air ini dapat menekan tingkat suhu panas, sehingga kestabilan suhu tubuh manusia tetap terjaga. Di samping akan sangat membantu kelancaran proses pencernaan dan penyerapan gizi-gizi unuk tubuh. Akan tetapi, para ahli kedokteran berbeda pendapat apakah air dapat memberi gizi pada tubuh ataukah tidak.
Sebagian membuktikan bahwa air memang bergizi, berdasarkan fenomena pertumbuhan, pertambahan, dan kekuatan yang didapatkan dengan air-khususnya pada saat kebutuhan sangat tinggi. Mereka juga mengatakan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan memiliki kesamaan dalam banyak hal, termasuk proses pertumbuhan, penambahan gizi, dan stabilitasnya.
Karenanya, supply gizi untuk tumbuh-tumbuhan terjadi melalui air. Sehingga tidak dielakkan hewan pun memiliki ketergantungan yang sama terhadap air dalam supply gizi. Bahkan merupakan bagian dari penyempurnaan gizinya.
Kalangan dokter ini mengatakan, "selama air masih menjadi bahan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk dapat bertahan hidup, maka tak perlu meragukan bahwa dari proses itulah terjadi supply gizi." Allah SWT berfirman:
"Dan Kami telah jadikan dari air segala sesuatu hidup."
Jika air memang merupakan bahan utama penghidupan manusia, lalu mengapa masih diragukan terjadinya supply gizi yang merupakan faktor mutlak kehidupan?
Kalangan lain tidak mengakui adanya proses supply gizi oleh air pada tubuh makhluk hidup. Sebab, air dianggap tidak dapat mencukupi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, tidak pula dapat menggantikan makanan, dan tidak dapat meningkatan pertumbuhan anggota tubuh.
Bagi kami, kalangan ini nyaris mengingkari hal-hal yang bersifat bahtin. Karena, kita dapat melihat bagaimana orang yang haus terkenyangkan oleh air setelah ia minum. Bahkan, kekuatan, semagat, dan gerakan-gerakannya dapat terpulihkan kembali. Dan air juga dapat juga memicu kesabaran manusia untuk bertahan pada saat lapar.
Fakta lain, orang yang kehausan tidak akan dapat menghilangkan hausnya dengan makan banyak, justru malah akan membuatnya kian kehausan. Air, sebagaimana telah kita uraikan, senantiasa akan mendorong semua gizi untuk menyebar ke seluruh urat nadi dan anggota-anggota tubuh. Atas dasar itulah, maka proses supply gizi pada tubuh makhluk hidup tidak akan berlangsung tanpa wujud dan peran air di dalamnya.
Sumber: Buku terapi air, QultumMedia

Komentar
Posting Komentar