Gaul Kali Bule Ini

I Love Indonesia
Judul               : Bule Juga Manusia
Penulis            : Richard Miles
Penerbit           : Bukune
Cetakan           : Kedua, Desember 2010
Halaman          : 172

Menurut gue, naik angkutan umum itu taruhannya gede, Men. Seperti kata Bang Rhoma, [naik bus itu seperti] jrenggg, JUDIII! Dulu gue tiap hari naik bus dari rumah ke kampus University of Adelaide. Biasanya, sih, perjalanannya singkat banget tapi kadang gue juga telat masuk kelas gara-gara macet. Terus, kalau beruntung lo dapat bus yang masih kosong dan lo bebas duduki di mana aja. Kalau lagi apes, busnya penuh sama anak sekolah yang berisik dan bau ketek, ibaratnya Gatot Kaca yang sibuk terbang sampai lupa balik ke rumah buat mandi. Pokoknya, naik bus itu kayak jrenggg JUDIII. Apaan, sih. ( hlm 31)

Jadi, siapa yang menyanyikan jrenggg JUDIII saat itu? Ups, maksudnya siapa yang bilang jrenggg JUDIII saat di dalam bus? Lalu siapa dia sebenarnya? Dan apa tujuannya?

Richard seorang yang sudah dikenal masyakarat lewat film bernama kambing jantan sebagai turis dan sekaligus tamatan Sastrawan Indonesia di University of Adelaide. Bule yang berdarah Australia ini tergila-gila sama Negara Indonesia hingga ia mempunyai band kesukaannya yaitu Sheila on 7. Kebanggaannya terbukti dari tulisannya yang menceritakan tentang Indonesia dengan kocak nggak karuan selama hidup disana.

Selama di Indonesia, banyak sekali tujuan yang ingin di capainya sehingga petualang yang dialaminya menjadi menarik. Mulai dari gangguan fisik hingga gangguan mental yang makin membuat kita ngakak membacanya. Gak percaya, lihat aja nih cuplikannya.

Waktu itu, gue lagi jalan-jalan sambil melihat lukis-lukisan yang ditaruh di beberapa meja dan di lantai halaman. Gue berjalan terus sambil melihat lukisan yang ditaruh di lantai, nggak sengaja gue melihat sepasang kaki yang menghalangi jalan gue. Kakinya berkulit putih. “jangan-jangan ada bule lain di sini?” pikir gue sambil perlahan-lahan menaikkan pandangan gue dari kaki, lutut ke paha. Kulitnya kelihatan halus, dia memakai celana yang pendek banget, kayaknya tante nih. Gue terus menaikkan pandangan gue. Hmm… pakai tanktop, kumisan dikit, YA AMPUN ITU COWOOOK! SUMPEH, LO?! (hlm. 51)

Laki-laki itu gue sebut Om Sexy, soalnya metropolitan banget dengan celana pendek seksi juga udah kelihatan kalau dia sangat memperhatikan kesehatan kulit dan kehalusan rambut. Gue mencoba melangkah ke samping kiri untuk menghindari kontak fisik dengan Om Sexy, tapi dia malah menjulurkan tangannya. Sebagai wakil Australia unofficial, gue jadi gak enak, gue ikut menjulurkan tangan. Kami berpegangan, eh… bersalaman. Ini tidak romantis! Meskipun gue merasa lumayan jijay dan takut, gue tetap berlaku sopan. (hlm. 52)

Tak heran novel ini sangat kocak, padahal dia sendiri belajar bahasa Indonesia dari kita namun bisa membuat selucu mungkin yang semakin ngakak bila kita melanjutkan lembaran berikutnya.

Dalam novelnya, penulisan di bantu langsung oleh Raditya Dika yang seorang penulis humor populer membuat kita makin ngakak membacanya di setiap cuplikannya. Bahkan Raditya Dika sendiri merasa seperti tetangga sebelahnya gara-gara bahasanya yang lancar sampai lupa kalau dia bule. Namun tidak hanya sebatas komedi untuk tulisannya ini, ada juga cuplikannya yang menceritakan bagaimana dia bisa sampai ke Indonesia dan masa lalunya juga. Berbagai kasus-kasus aneh terkadang berhasil dia lewati dalam mencapai tujuannya.

Novel yang bersampul bule sambil bergaya indo ini terlihat sangat mencolok dalam jajaran novel yang ada di Indonesia sehingga sangat mudah mencarinya, terlebih lagi dengan pakaian indo-nya mulai dari topi hingga sandal menjadi ciri khas novel tersendiri dalam bagian komedi. Namun, ada kalanya novel ini terlihat lebih baik bila diberi pewarnaan lebih terhadap covernya agar lebih menarik di lihat pembaca. Namun bukan berarti novel ini kurang menarik hanya gara-gara kurang warna, karena dengan munculnya muka bule itu sendiri aja sudah menjadi daya tarik pembaca untuk mengetahui isi dan kehebohannya.


Peresensi adalah mahasiswa IAIN Sumatra Utara jurusan ekonomi islam

Komentar