![]() |
| Sirah Nabawiyah |
Judul : Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibia Afdhalish Shalati Was-Salam
Judul Terjemahan : Sirah Nabawiyah
Penulis : Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury (Juara 1 Penulis Sejarah Islam)
Penerjemah : Kathur Suhardi
Editor : Yasir Maqosid, Lc
Pewajah Sampul : Kalam
Penata Letak : Amin@isnur
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Kesatu (softcover), Agustus 2008
Keempat (softcover), Desember 2011
Halaman : xxxii + 584
Harga : Rp 60.000,-
Sejarah Islam diwarnai dengan berbagai kenikmatan maupun musibah berupa cobaan dan gangguan dalam setiap langkahnya. Justru dengan tidak selalu diwarnai kenikmatan Islam menjadikan umatnya yang sabar, tabah dan teguh dalam mengalami musibah dan cobaan untuk setiap langkahnya pula. Begitu juga dengan Nabi Muhammad saw. yang selalu berdakwah demi umatnya, walaupun banyak rintangan dan halangan dalam langkahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. dihadapi dengan sabar dan tabah dalam keteguhan hatinya.
Dalam buku “Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibia Afdhalish Shalati Was-Salam” yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul “Sirah Nabawiyah” yang ditulis dengan nama Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury memaktubkan cara Nabi Muhammad saw. dan umatnya bersabar dan teguh dalam menghadapi segala masalah. Nabi Muhammad saw. selalu sabar dan teguh dalam menghadapi cobaan kaum musyrik dimanapun dia berada, di Tha’if beliau dicercah bahkan dilempari batu sampai keluar kota Tha’if, sesampai disana beliau didatangi malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung yang siap meratakan Tha’if. Beliau menjawab,”Bahkan aku berharap kepada Allah Dia mengeluarkan dari kalangan mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”(hal.140)
Buku terbitan Pustaka Al-Kautsar ini merupakan hasil dari juara perlombaan Rabithah Al Alam Al Islami yang diketuai Sekjan Rabthah Al-Alam Al-Islamy yang bertujuan untuk menceritakan sejarah islam lebih rinci mulai awal hingga akhir islam ada hingga sekarang ini. Cerita tentang budaya, masyarakat, dan nilai keadilan sosial menjadikannya nilai-nilai khusus dalam buku ini beserta cara Nabi Muhammad saw. menghadapi kaum musyrik demi menyelamatkan umat muslim dan agama Allah swt. Apalagi, dalam setiap pembahasannya diceritakan bagaimana cara para sahabat Rasul masuk islam secara rinci yang membuat seakan-akan kita berada di masa itu.
Satu hal lagi, buku ini sudah menjadi bahan pokok pembahasan untuk orang-orang timur dalam sejarah Islam untuk terus meneliti perkembangan Islam dimasa itu mulai dari pemeriksaan buku berskala besar hingga dilakukan observasi secara detail. Membuat orang terus berpikir bagaimana Islam itu bisa ada dan dikenal mulai Jazirah Arab hingga seluruh dunia angkasa ini.
Meskipun demikian, buku ini terbilang cukup murah untuk semua kalangan seharga Rp 60.000,- dengan tebal 584 halaman yang membuat semua memilikinya. Tidak heran nilai buku ini bertambah terus menerus untuk dicetak ulang dari tahun ketahun untuk di sebarluaskan ke pada cucu dimasa kini maupun masa yang akan datang untuk dinikmati dalam pesona tulisannya.
Peresensi adalah mahasiswa IAIN-SU jurusan Ekonomi Islam
Judul Terjemahan : Sirah Nabawiyah
Penulis : Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury (Juara 1 Penulis Sejarah Islam)
Penerjemah : Kathur Suhardi
Editor : Yasir Maqosid, Lc
Pewajah Sampul : Kalam
Penata Letak : Amin@isnur
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Kesatu (softcover), Agustus 2008
Keempat (softcover), Desember 2011
Halaman : xxxii + 584
Harga : Rp 60.000,-
Sejarah Islam diwarnai dengan berbagai kenikmatan maupun musibah berupa cobaan dan gangguan dalam setiap langkahnya. Justru dengan tidak selalu diwarnai kenikmatan Islam menjadikan umatnya yang sabar, tabah dan teguh dalam mengalami musibah dan cobaan untuk setiap langkahnya pula. Begitu juga dengan Nabi Muhammad saw. yang selalu berdakwah demi umatnya, walaupun banyak rintangan dan halangan dalam langkahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. dihadapi dengan sabar dan tabah dalam keteguhan hatinya.
Dalam buku “Ar-Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibia Afdhalish Shalati Was-Salam” yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul “Sirah Nabawiyah” yang ditulis dengan nama Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury memaktubkan cara Nabi Muhammad saw. dan umatnya bersabar dan teguh dalam menghadapi segala masalah. Nabi Muhammad saw. selalu sabar dan teguh dalam menghadapi cobaan kaum musyrik dimanapun dia berada, di Tha’if beliau dicercah bahkan dilempari batu sampai keluar kota Tha’if, sesampai disana beliau didatangi malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung yang siap meratakan Tha’if. Beliau menjawab,”Bahkan aku berharap kepada Allah Dia mengeluarkan dari kalangan mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”(hal.140)
Buku terbitan Pustaka Al-Kautsar ini merupakan hasil dari juara perlombaan Rabithah Al Alam Al Islami yang diketuai Sekjan Rabthah Al-Alam Al-Islamy yang bertujuan untuk menceritakan sejarah islam lebih rinci mulai awal hingga akhir islam ada hingga sekarang ini. Cerita tentang budaya, masyarakat, dan nilai keadilan sosial menjadikannya nilai-nilai khusus dalam buku ini beserta cara Nabi Muhammad saw. menghadapi kaum musyrik demi menyelamatkan umat muslim dan agama Allah swt. Apalagi, dalam setiap pembahasannya diceritakan bagaimana cara para sahabat Rasul masuk islam secara rinci yang membuat seakan-akan kita berada di masa itu.
Satu hal lagi, buku ini sudah menjadi bahan pokok pembahasan untuk orang-orang timur dalam sejarah Islam untuk terus meneliti perkembangan Islam dimasa itu mulai dari pemeriksaan buku berskala besar hingga dilakukan observasi secara detail. Membuat orang terus berpikir bagaimana Islam itu bisa ada dan dikenal mulai Jazirah Arab hingga seluruh dunia angkasa ini.
Meskipun demikian, buku ini terbilang cukup murah untuk semua kalangan seharga Rp 60.000,- dengan tebal 584 halaman yang membuat semua memilikinya. Tidak heran nilai buku ini bertambah terus menerus untuk dicetak ulang dari tahun ketahun untuk di sebarluaskan ke pada cucu dimasa kini maupun masa yang akan datang untuk dinikmati dalam pesona tulisannya.
Peresensi adalah mahasiswa IAIN-SU jurusan Ekonomi Islam

Komentar
Posting Komentar